
MetroTimes (Surabaya) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital” di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, Jumat (7/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, yang menyoroti tingginya penggunaan internet di Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa penetrasi internet di provinsi tersebut telah mencapai 82,19 persen masyarakat.
“Di satu sisi semakin cepat dan efektif, tetapi di sisi lain pasti ada dampak negatif, seperti hoaks dan disinformasi yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kehadiran teman-teman jurnalis atau KIM dari LDII ini sangat tepat sebagai bagian dari literasi digital,” ujarnya.
Menurut Sherlita, peran jurnalis dan pegiat komunikasi informasi menjadi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur periode 2025–2030, KH Moch. Amrodji Konawi, S.E., M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (deklat) pertama LDII pada tahun 2026 yang difokuskan bagi para jurnalis LDII di tingkat kabupaten dan kota.
“Alhamdulillah, ini deklat pertama di tahun 2026 yang sangat diharapkan warga LDII, khususnya para jurnalis. Di setiap kabupaten/kota sudah ada bagian KIM, sehingga perlu dibekali pengetahuan dan pelajaran agar mampu menghasilkan jurnalistik yang baik,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peran jurnalis dalam memerangi hoaks, menyampaikan informasi secara objektif sesuai fakta di lapangan, serta tidak memproduksi fitnah di tengah maraknya informasi yang kerap diframing sehingga seolah-olah menjadi kebenaran.
“Kita harus melawan hoaks dengan cara yang baik, salah satunya melalui pelatihan bagi para jurnalis di kabupaten/kota. Kami juga berharap dukungan teman-teman wartawan untuk bersama-sama membesarkan jurnalis LDII di daerah,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, LDII Jawa Timur berharap dapat meningkatkan kompetensi jurnalistik anggotanya sekaligus memperkuat literasi media masyarakat, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan menangkal disinformasi di era digital.
(nald)





