- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Sidoarjo) – Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) bersama Pusat Studi Bencana & Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (PPM) Tematik Mitigasi Bencana Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024 disambut langsung oleh Camat Tulangan, Suprayitno di Pendopo Kec. Tulangan, Kab. Sidoarjo, Senin ( 11/12 ).

Kegiatan KKN-PPM kali ini mengangkat tema “Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Penilaian Ketangguhan Sekolah di Kabupaten Sidoarjo”. Suprayitno mengaku bangga dengan adanya peserta KKN-PPM dari Unitomo. “Suatu kehormatan bagi kami, KKN dilaksanakan di Kec. Tulangan. Ini akan memberikan wawasan luar biasa terkait mitigasi bencana, khususnya sekolah tangguh bencana. Untuk itu kami pihak kecamatan telah berkoordinasi sebelumnya dengan pihak Unitomo dan sekolah terkait, dan saat ini kami hadirkan kepala sekolah atau perwakilan dalam pembukaan KKN-PPM ini”, ujarnya.

Sapto Pramono, Kepala LPM menjelaskan, KKN Tematik di Kec. Tulangan Kabupaten Sidoarjo semester ini diikuti sekitar 120 peserta yang dibagi menjadi 3 kelompok besar untuk disebar ke 11 sekolah dasar yang telah dipetakan. “Kami bekerjasama dengan Kabupaten Sidoarjo dalam KKN sudah bersinergi sejak lama, semester lalu pun di Sidoarjo Kecamatan Taman, sementara sekarang di Kecamatan Tulangan”, jelasnya.

Lebih lanjut, Eny Haryati, Kepala Lembaga Penelitian mengatakan KKN tematik Mitigasi Bencana ini berlangsung 10 hari dan akan dimulai hari ini, Senin – Rabu (11-20/12). “Dalam waktu yang tidak lama ini, mahasiswa wajib memaksimalkan untuk menyelesaikan program-program yang telah disusun”, ucapnya.

ads

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Dwijo Prawiro menyampaikan, mahasiswa peserta KKN-PPM akan memberikan seputar pengetahuan Sekolah Tangguh Bencana, dan simulasi teknis turunan dari sosialisasi yang dilakukan. “Materi-materi sosialisasi nantinya merupakan arahan teknis terkait manajemen kebencanaan, juga penggunaan aplikasi INARISK, serta petunjuk pelaksanaan sosialisasi mitigasi kebencanaan bagi siswa di beberapa SDN terpilih”, terang Dwijo.

Dalam sosialisasi akan dibarengi dengan pemberian pengetahuan bencana melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!