
Metro Times (Purworejo) Ketahanan pangan merupakan salah satu elemen penting ketahanan negara. Oleh karena itu, program-program di sektor pertanian harus mendapat dukungan sepenuhnya. Khususnya program yang dilakukan petani secara mandiri, seperti dalam hal produksi benih padi.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiyabudi, saat pembagian benih padi hasil panen para petani yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Seringin di Kelurahan Doplang Kecamatan Purworejo, kemarin. Gabungan dari kelompok tani tersebut memproduksi benih padi secara mandiri yang selanjutnya diserahkan kepada kelompok di 25 kelurahan.
”Kemandirian seperti ini harus didorong dan didukung. Makanya saya tertarik untuk mensuport,” kata Dion yang juga aktif mendampingi P4S Seringin.
Sabar, Ketua P4S Seringin, menjelaskan bahwa benih yang dibagi merupakan tahap awal produksi padi dengan demonstrasi plot (Demplot) di lahan Kelurahan Doplang yang belum lama ini dipanen. Program kemandirian produksi benih itu memang disokong oleh Dion Agasi Setiyabudi.
”Varietas benih yang dikembangkan adalah MSP, akronim dari Mari Sejahterakan Petani. Ini dulu dari Mas Dion,” jelasnya.
Diungkapkan Sabar, benih MSP tersebut disebarkan ke kelompok tani yang berhimpun di bawah P4S Seringin. Masing-masing kelompok mendapatkan alokasi benih sebanyak 5 kilogram. Harapannya, benih tersebut ditangkarkan sehingga dapat dikembangkan lagi.
Ke depannya varietas padi MSP itu dapat menyebar semakin banyak di Kabupaten Purworejo.
”Hasil panenannya sangat bagus. Berasnya juga kualitasnya bagus. Pulen,” ungkapnya.
Sabar menambahkan, selain dikembangkan di area Kecamatan Purworejo, padi varietas MSP tersebut juga sedang dikembangkan di Desa Kroyo, Kecamatan Gebang. Luasannya mencapai 4 hektare.
Menurutnya, untuk konsumsi bukan pembenihan, hasil panenan MSP dapat mencapai 10 ton gabah kering panen (GKG) per hektare.
”Hasil tersebut sudah sangat bagus,” tandasnya. (Daniel)





