- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Partai Demokrat Surabaya telah menetapkan misi dan strategi kuat dalam menghadapi Pemilu 2024 dengan fokus pada kemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Begitu pula dengan Fransisca Adiana, S.Psi., M.M., Caleg DPRD Kota Surabaya, Nomer Urut 3, Dapil 3 dari partai Demokrat, yang mempunyai misi untuk diperjuangkan dan telah menyiapkan strategi untuk menarik simpati dan dukungan warga Surabaya di Dapil 3.

Fransisca Adiana, S.Psi., M.M., usai acara sosialisasi stunting menuturkan, saya baru terjun ke dunia politik, sementara background saya dari dunia pendidikan. Saya ada salah seorang guru disalah satu sekolah swasta di wilayah Surabaya Barat.

“Saya bukan orang dari dunia politik, saya terjun di sini merupakan suatu pengalaman yang baru sekali buat saya. Tapi disisi lain saya percaya kalau memang Tuhan menghendaki dan juga banyak rekan-rekan yang mendukung saya, dan kalau itu jalannya bisa jadi dalam nama Yesus bisa jadi,” terangnya.

ads

“Berangkat dari background saya seorang guru, saya ingin memperbaiki dari sisi pendidikan di kota Surabaya. Dengan mengangkat moto, “Surabaya Berkarakter”,” tandas Fransisca.

“Kita lihat memang Surabaya ini punya #Wani, tapi kadang-kadang waninya itu belum terarah, wani pokoknya wani. Dengan wani berkarakter, harapan saya arek-arek Suroboyo memiliki perilakunya yang lebih berakhlak dan juga lebih manner (tata krama) yang punya sikap positif,” tegasnya.

Lebih lanjut Fransisca menjelaskan misi yang ia bawa untuk warga Surabaya yang lebih baik.
“Saya sendiri membawa misi, Membentuk Warga Surabaya untuk Berakhlak dan Berkarakter Positif Menuju Generasi Emas 2045. Seperti telah diketahui nanti di tahun 2045 itu akan terjadi ledakan penduduk (bonus demografi) di Indonesia. Untuk itu saya memang membidiknya dari sisi Pendidikan,” tuturnya.

Melihat pendidikan saat ini, menurut Fransisca, Sekarang sekolah itu merupakan kebutuhan dasar selain Sandang, pangan, dan papan. Saya akan lakukan memperbaiki sistem itu terlebih dahulu.

“Pasti ada yang pro dan kontra, ada beberapa orang memandang dengan adanya zonasi itu merupakan sesuatu yang baik, tapi beberapa orang memandang tidak baik karena pemerataan sekolah belum memenuhi syarat zonasi. Bagaimanapun juga penyebaran sekolah-sekolah harus merata. Kemudian harus dibuatkan kuota khusus dimana bisa masuk tanpa jalur zonasi. Kalau anak itu berpotensi memang bisa masuk dalam satu sekolah tertentu dengan jalur non zonasi kenapa tidak kita fasilitasi. Jadi memang harus banyak-banyak dievaluasi,” paparnya.

“Jika memang saya dipercaya oleh masyarakat khususnya warga Surabaya Dapil 3, maka yang perlu diperbaiki dari sisi Pendidikan yaitu sistem dalam pendaftar atau PPDB untuk sekolah-sekolah, khususnya sekolah negeri,” katanya.

“Selain sistem pendidikan yang perlu mendapat perhatian, juga dari sisi pendidik atau guru juga sama. Kesejahteraan pendidik juga harus diperhatikan. Sering kali kita melihat bahwa untuk beberapa sekolah negeri memang banyak tunjangan yang bisa diterima oleh teman-teman pendidik, tapi untuk sekolah-sekolah swasta itu syaratnya banyak sekali. Maka salah satu yang ingin saya perjuangkan juga mengenai tunjangan-tunjangan atau istilahnya apa yang berhak diterima oleh pengajar ditengah statusnya sebagai guru tanpa tanda jasa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Kesejahteraan masyarakat meliputi banyak aspek, termasuk juga kesehatan. Warga Surabaya juga mempunyai hak atas pelayanan kesehatan yang baik. Maka menurut saya fasilitas-fasilitas utamanya yang mudah diakses seperti Puskesmas itu harus kita perhatikan fasilitasnya, jangan mempersulit.

Lanjutnya, BPJS Kesehatan juga harus diperhatikan. Untuk beberapa masyarakat mungkin belum berpenghasilan atau belum bekerja, maka bagaimana caranya saya akan membantu memikirkan membuat suatu sistem dimana untuk rekan-rekan yang belum bekerja itu juga bisa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah.

Penopang ekonomi untuk memajukan perekonomian daerah itu penting, seperti terjadinya pandemi Covid-19 maka peran UMKM sangat penting dirasakan.

Tumbuh dan kembangnya UMKM harus menjadi prioritas pemerintah kota dan legislatif untuk memudahkan dalam berusaha.
“Saya akan fokus mengenai ijinnya UMKM, karena UMKM itu pasti Home made (buatan rumah) dan produk bisa dipasarkan kalau ujinya lolos. Saya akan membantu mempermudah ijin, supaya perekonomian bisa berputar, karena saya tahu UMKM itu tidak mudah,” imbuhnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!