
METROTIMES, RAJA AMPAT – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai organisasi pemandu wisata resmi, terus berupaya meningkatkan kualitas pemandu wisata di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Salah satu program kerja Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Raja Ampat pada tahun 2019 adalah peningkatan kemampuan bahasa asing bagi pemandu wisata yang tergabung dalam anggota HPI di kabupaten Raja Ampat.
Humas HPI Raja Ampat, Ernes Broning Kakisina, S.Ip dalam program kerja HPI Raja Ampat yaitu peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi pemandu HPI yang belum lancar berbahasa Inggris.
Program peningkatan bahasa Inggris tahun 2019 ini, HPI lebih mengutamakan pemandu wisata orang asli Papua (OAP) terutama pemandu wisata asal Raja Ampat.

“Ada enam orang pemandu wisata anggota HPI Raja Ampat yang tahun ini dikirim ke Kediri untuk belajar bahasa Inggris. Mereka sudah di Kediri dan sedang belajar selama dua bulan sejak Juli hingga Agustus 2019. Enam pemandu wisata yang dikirim untuk belajar di kampung Inggris Kediri, lima orang diantaranya adalah pemandu asli Papua dan empat orang anak asli kabupaten Raja Ampat, yakni Simson Dimalauw dan Yopi Dimalauw perwakilan suku kawe, Usal Mambraku perwakilan kampung Arborek, Saharudin Rumbarak perwakilan Misool, dan Fallan Ahoren mewakili Pengurus HPI Papua Barat,” terangnya
Dijelaskannya, HPI Raja Ampat dalam program peningkatan kualitas sumber daya manusia pemandu wisata prioritaskan orang asli Papua sebagai implementasi undang-undang nomor 21 tahun 2001, tentang otonomi khusus bagi provinsi Papua dan Papua Barat.
Diketahui, program peningkatan kualitas bahasa Inggris asing ini, dapat terselenggara atas dukungan dana abadi dari pendonor USAID dan CI yang disalurkan oleh Yayasan Kehati. Serta didukung pula oleh Unit Pelayanan Teknis Daerah Badan Layanan Umum Daerah KKP Papua Barat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga yang mendukung program kerja HPI Raja Ampat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemandu wisata di Raja Ampat,” ungkapnya.
Ditambahkan, program peningkatan kualitas sumber daya manusia pemandu wisata kabupaten Raja Ampat, akan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pemandu asli Papua guna peningkatan perekonomian untuk kehidupan yang lebih baik. @hp




