- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Sebanyak 72 orang siswa SMK Pancasila 1 Kutoarjo menggelar kegiatan aksi membatik massal di sepanjang halaman parkir siswa sekolah setempat, Sabtu (16/11).

Aksi tersebut dilakukan mengawali program Pacasila Satu (Pansa) Membatik yang diluncurkan sekolah untuk menguatkan karakter para siswa sekaligus menangkal dampak negatif media sosial (Medsos).

Ke 72 siswa pembatik massal itu terdiri dari perwakilan kelas X hingga XII. Mereka terbagi atas beberapa kelompok kecil dengan jumlah anggota masing-masing sekitar 4 orang.

“Program Pansa Membatik diselenggarakan atas kegalauan guru karena untuk membangun karakter siswa sering terkendala media sosial yang sangat mudah diakses. Maka berawal setahun lalu, kepala sekolah menghendaki cara mendidik siswa melalui kegiatan-kegiatan nyata seperti ini,” kata Junaedi, Guru Seni Budaya SMK Pancasila 1 Kutoarjo.

Menurut Junaedi, membatik merupakan media yang ampuh untuk menangkal dampak negatif Medos. Melalui aktivitas membatik, khususnya batik tulis, siswa dilatih untuk menguatkan karakternya, seperti tekun, teliti, dan sabar. Ada pula karakter cinta tanah air mengingat batik adalah warisan budaya bangsa Indonesia.

ads

“Pasca launching ini, setiap anak di sekolah harus bisa membatik, guru punya kewajiban mendidik sampai siswa terampil membatik sehingga akan tumbuh karakter-karakter, utamanya kecintaan terhadap budaya negeri,” jelasnya.

Kepala SMK Pancasila 1 Kutoarjo, Kapti Linggapury, mengapresiasi semangat para guru dan siswa untuk membudayakan membatik di sekolah. Setelah adanya launching dengan aksi membatik massal ini, nantinya program Pansa Membatik akan berlanjut masuk dalam proses belajar mengajar, yakni melalui mata pelajaran Seni Budaya serta Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Diharapkan, membatik juga mampu membangkitkan semangat untuk berwirausaha.

“Selain terbangunnya karakter, diharapkan ke depan muncul siswa-siswa yang mampu memproduksi batik hingga memasarkannya,” ungkapnya. (dnl)