- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Ratusan siswa dari tiga sekolah di wilayah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Jumat (3/10) dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit karena diduga mengalami keracunan menu makanan dari progam Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

Siswa yang mengalami gejala keracunan itu masing-masing dari SMP Negeri 8, SMA Negeri 3 serta SD Negeri Purwodadi. Dari ratusan siswa ini beberapa orang diantaranya masih menjalani rawat inap di Puskesmas Bragolan dan RSUD Tjokronegoro.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purworejo, Budi Susanti mengutarakan sejauh ini sudah ada sekitar 100 lebih siswi yang mengalami gejala keracunan. Dinas masih terus melakukan pendataan baik dari Puskesmas maupun rumah sakit.

“Data pastinya, untuk dinas masih terus mengumpulkan dari Puskmasmas dan rumah sakit,” kata dia.

Ia menerangkan, siswa yang diduga mengalami keracunan itu umumnya mengalami gejala seperti diare, mual serta muntah-muntah. Sebagian besar hanya menjalani rawat jalan dan beberapa orang saat ini harus menjalani rawat inap.

ads

Kepala Puskesmas Bragolan, dr Cristinawati pada kesempatan yang sama mengatakan saat ini pihaknya masih merawat 7 orang yang seluruhnya merupakan siswi. Mereka berasal dari SMP Negeri 8 dan satu orang dari SMA Negeri 3.

“Siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit tadi ada dua orang. Semua dari SMA Negeri 3. Mereka di rujuk ke RSUD Tjokronegoro,” sebut Cristinawati.

Peristiwa dugaan keracunan ini mendapat perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo. DPRD mendesak persoalan ini segera diselesaikan dan dicari akar masalah dari insiden tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Purworejo Sri Susilowati mengaku prihatin atas insiden tersebut. Menurutnya peristiwa yang terjadi di wilayah Kecamatan Purwodadi ini sangat mengagetkan.

“Selama ini MBG di Purworejo secara nasional masuk kategori bagus, tapi kok ternyata masih ada masalah seperti ini,” katanya.

Sri berharap, masalah ini segera di diselesaikan dan didapat akar masalahnya. Ia tak ingin peristiwa ini kembali terulang di Purworejo.

“Kami berharap ini yang pertama dan terakhir. Kita harus belajar dari kasus sebelumnya, jangan sampai terulang,” kata dia lagi.

Dari hasil monitoring yang dilakukan, lanjut Sri Susilowati, pihaknya menemukan adanya menu makanan yang dihidangkan kurang variatif, seperti sayuran yang terkadang ada terkadang tidak.

“Ini kan makan bergizi gratis, jadi menu sayuran menjadi salah satu menu yang penting,” pungkasnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Metro Times keseluruhan siswa yang mengalami gejala keracunan tercatat sebanyak 127 orang. Selain Puskesmas Bragolan dan RSUD Tjokronegoro, ada pula siswa yang dirawat di Puskesmas Bubutan,Puskesmas Ngombol, RSUD Tjitrowardoyo serta Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo.(tyb)