- iklan atas berita -

 

 

Metro Times (Magelang) Tebing setinggi sekitar 3 m longsor, dan menimpa seorang penambang Galian C tadi pagi. Tebing tanah persawahan milik Sugiyanto (50) yang letaknya di dekat aliran sungai Pabelan Mungkid di Dusun Blangkunan Utara Desa Pabelan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Sabtu (15/9).

“Lokasi tersebut merupakan persawahan yang dijadikan penambangan pasir dan batu, sudah tidak lagi difungsikan untuk menanam padi” terang Kapolsek Mungkid AKP Supriyono.

Longsor sendiri terjadi sekitar pukul 07.30 wib dan menimpa korban bernama Sabar (49), warga Dusun Suco Rt02 Rw 03 Desa Salaman Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.

ads

Waktu kejadian tanah longsor, di tempat kejadian ada saksi yang melihat langsung terjadinya tanah longsor, yang tidak lain adalah Sugeng (45) tidak lain sopir warga Suco Rt 02 Rw 03 Salaman Magelang dan Sambi (55) warga Blangkunan Pabelan Mungkid. Keduanya mengatakan, waktu terjadi tanah longsor, korban sedang melakukan aktifitas penambangan, namun dengan tiba-tiba tebing setinggi kurang lebih 3 m berupa pasir dan bebatuan longsor dan langsung menimpa Sabar.

“Melihat kejadian itu saya berteriak minta tolong, tidak lama kemudian bersama orang yang datang membantu memberikan pertolongan, dan dibawanya ke rumah penduduk setempat” terang Sugeng.

Polsek Mungkid Polres Magelang Polda Jateng mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Pabelan Aiptu Rochim, dan dengan dipimpin oleh Kapolsek Mungkid AKP Supriyono, mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah TKP bersama dengan team Inafis Polres Magelang yang datang di lokasi kejadian.

“Korban yang bekerja sebagai penambang manual ini, sudah meninggal karena disebabkan tertimpa reruntuhan pasir dan bebatuan” jelas Kapolsek Mungkid AKP Supriyono dalam keterangannya.

Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi jenazah, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan pemakaman sebagaimana mestinya. (Arif)