- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Kegiatan bakti sosial Sego Rongewu Episode III Seri ke-30 kembali digelar di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan yang diinisiasi Baksos’e Suroboyo bersama tim Sego Rongewu berlangsung di RT 01 RW 10, Kelurahan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Wonocolo dan diikuti antusias oleh warga. Beragam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat dikemas dalam satu rangkaian, mulai dari senam pagi dan doorprize, DOKAR “Rongewu Am”, santunan anak yatim dan pemberian mushaf Al-Qur’an, potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar grebek kampung, hingga berbagai perlombaan.

Camat Wonocolo Surabaya, Muslich Hariadi, S.Sos., MM.

Camat Wonocolo Surabaya, Muslich Hariadi, S.Sos., MM., mengapresiasi konsistensi tim Sego Rongewu yang secara rutin menghadirkan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

“Jadi hari ini Minggu bersama-sama dengan tim Sego Rongewu melakukan kegiatan bakti sosial. Saya pikir kegiatan ini sangat bagus, apalagi sudah berjalan beberapa kali dan rutin dilakukan,” ujar Muslich.

ads

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bentuk nyata dalam membangun budaya saling membantu dan berbagi di tengah masyarakat. Ia menilai semangat berbagi perlu terus dipromosikan agar semakin banyak masyarakat maupun komunitas yang tergerak untuk melakukan hal serupa.

“Ini merupakan promosi kebaikan. Promosi tidak harus yang buruk-buruk, tetapi semestinya kebaikan ini terus dipromosikan kepada teman-teman, supaya hidup ini menjadi lebih baik. Berbagi memang sudah waktunya, kita saling membantu dengan yang lain,” katanya.

Muslich juga melihat kegiatan Sego Rongewu memberikan manfaat yang luas karena tidak hanya berupa pembagian bantuan, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat. Mulai dari senam, kegiatan potong rambut, DOKAR, hingga konsep “Dodolan Koyok Pasar” yang menjadi bagian dari kegiatan sosial tersebut.

“Ini ada senam, ada UKM, ada potong rambut, kemudian ada juga kegiatan DOKAR. Banyak manfaat untuk warga masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan Sego Rongewu dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan semakin banyak pihak, termasuk melibatkan generasi muda.

“Harapannya ditingkatkan terus dan diajak semuanya untuk kolaborasi. Ini bisa berkembang lebih luas lagi. Tim Sego Rongewu sudah bagus dan sudah berjalan lama. Tinggal nanti mungkin mengajak pemudanya dan mengajak yang lain ikut serta bersama-sama,” kata Muslich.

Ketua Baksos’e Suroboyo, Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si.

Sementara itu, Ketua Baksos’e Suroboyo, Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si., mengatakan kegiatan Sego Rongewu di Kecamatan Wonocolo merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus menghadirkan kegiatan sosial secara berkelanjutan di berbagai wilayah Surabaya.

“Alhamdulillah, pada hari Minggu 20 September 2026 hari ini, kami dari tim Sego Rongewu dan Baksos’e Suroboyo melaksanakan bakti sosial Sego Rongewu di Kecamatan Wonocolo,” ujar Bambang.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat Wonocolo beserta jajaran dan seluruh warga yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib, lancar, dan meriah.

“Terima kasih Pak Camat atas support, dukungan, dan menghadirkan warga dalam pelaksanaan kegiatan ini. Alhamdulillah berjalan cukup tertib, lancar dan sukses,” katanya.

Bambang menjelaskan, Sego Rongewu tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan pemberian bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berbagi dan bersedekah.

“Kami memberikan suatu edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat bahwa yang namanya sedekah itu tidak harus menunggu kita kaya atau mampu,” jelasnya.

Selain senam pagi, rangkaian kegiatan di Jemursari juga diramaikan lomba mewarnai untuk anak-anak, potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, santunan anak yatim dan pemberian mushaf Al-Qur’an, serta bazar grebek kampung.

Antusiasme warga, menurut Bambang, terlihat sejak kegiatan dimulai. Keterlibatan masyarakat juga menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi ruang bertemu sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

“Antusias warga terhadap kegiatan ini luar biasa. Senamnya juga cukup meriah,” ujarnya.

Bambang menambahkan, kegiatan di Wonocolo ini menjadi Episode III Seri ke-30 dalam rangkaian Sego Rongewu. Setelah pelaksanaan di sejumlah wilayah sebelumnya, rangkaian tersebut akan terus berlanjut.

“Insya Allah bulan berikutnya adalah yang terakhir untuk masuk Episode IV di putaran Kecamatan se-Kota Surabaya,” ungkapnya.

Ia juga menyebut kegiatan di Wonocolo turut memberikan ruang partisipasi bagi warga disabilitas yang berada di wilayah Kecamatan Wonocolo. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut menjadi bagian dari semangat kegiatan untuk menghadirkan manfaat sosial secara lebih luas.

Melalui Sego Rongewu, Baksos’e Suroboyo berharap semangat berbagi tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat menjadi gerakan sosial yang terus tumbuh melalui kolaborasi komunitas, pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, serta warga Surabaya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!