- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Perwira Seksi Teritorial Kapten Infanteri Dalaiman mengatakan Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan yang mengutamakan persatuan dan kesatuan Bangsa serta kesatuan wilayah dengan dilandasi Pancasila dan UUD 1945.

Hal tersebut disampaikan Pasi Ter Kapten Infanteri Daliman pada saat memberikan kuliah terbuka kepada 948 mahasiswa baru Universitas Muhamadiyah Purworejo di Auditorium UMP Jalan K.H.Ahmad Dahlan Purworejo.Rabu (19/9).

Bangsa Indonesia harus bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera serta terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia yang cinta NKRI, menjaga nilai-nilai Pancasila untuk meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit, pandangan sempit, kesukuan, kedaerahan, dan mencegah disontregasi bangsa serta meningkatkan kualitas penangkal maya demi lestarinya bangsa.

lebih lanjut Kapten Infanteri Daliman menjelaskan ada beberapa faktor yang menganggu wawasan kebangsaan diantaranya kebijakan pimpinan ataupun kebijakan nasional yang tidak tepat sehingga bisa melunturkan wawasan kebangsaan itu sendiri, hilangnya rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan tidak menghargai pruralitas ataupun keaslian budaya.

ads

“Nilai-nilai wawasan kebangsaan adalah wujud kita dalam pengorbanan dan kesediaan mereduksi kepentingan pribadi, daerah, golongan demi kepentingan bangsa dan negara untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.” ungkap Pasi Ter.

Sementara itu Sella Kusuma Wardani selaku pembimbing mengatakan kegiatan ini adalah program rangkaian pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 Universitas Muhammadiyah Purworejo yang dilaksanakan selama empat hari dengan diikuti 948 mahasiswa tingkat satu.

“Tujuan disampaikanya materi Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0708 Purworejo akan menambah rasa cinta tanah air dan bangga kepada bangsanya serta menanamkan bahwa bela negara tidak hanya dilakukan oleh TNI dan Polri, tetapi sesuai Undang-undang Dasar 1945 pasal 27 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam membela negaranya,” Tandasnya. (Daniel)