
MetroTimes (Surabaya) – Ikatan Engineering Indonesia (IKEI) BPD Jawa Timur mendorong generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk lebih mengenal dunia engineering, memahami kebutuhan industri, serta mempersiapkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Expo IKE 2026 yang menghadirkan kompetisi praktik teknik, pameran perusahaan, dan pengenalan teknologi industri.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa SMK untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan penerapannya di lingkungan industri. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki gambaran mengenai bidang pekerjaan, perkembangan teknologi, serta peluang karier yang sesuai dengan kompetensi kejuruan mereka.

Ketua IKEI BPD Jawa Timur, Muhammad Arif, mengatakan kegiatan engineering tersebut dirancang untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia kerja sekaligus memperkenalkan organisasi profesi yang dapat menjadi wadah pengembangan keahlian mereka setelah lulus sekolah.
Menurutnya, siswa SMK perlu mengetahui bahwa bidang teknik memiliki lingkungan profesional dan organisasi yang dapat mendukung perjalanan karier mereka.
“Generasi muda ini setelah lulus dari SMK biar mereka tahu wawasan naungan engineering itu di bidang teknik sudah ada organisasi yang menaungi mereka. Jadi mereka bisa mengetahui ke depannya akan menuju ke mana setelah lulus, sekaligus mempunyai wawasan mengenai kejuruan mereka,” ujar Muhammad Arif.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya regenerasi organisasi. Pengenalan engineering sejak bangku sekolah diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa untuk terus mengembangkan keahlian dan berkontribusi dalam dunia teknik di masa depan.
Teknologi Digital Menjadi Tantangan Sekaligus Peluang
Arif menilai perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari. Karena itu, generasi muda perlu memiliki sikap terbuka terhadap perubahan dan mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi berbagai sektor industri.
Menurutnya, penguasaan teknologi harus diarahkan untuk mendukung kemajuan kemampuan siswa, bukan justru menjadi hambatan ketika mereka memasuki dunia kerja.
Selain mengikuti perkembangan teknologi, kesiapan lulusan SMK juga sangat ditentukan oleh penguasaan keterampilan sesuai bidang keahliannya. Pendidikan vokasi pada dasarnya menyiapkan siswa agar memiliki kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
“Kalau di bidang teknik itu sebenarnya di keahlian. Kalau keahlian kita sudah mumpuni, tantangan ke depan bisa kita atasi. Bidang kejuruan SMK itu sebenarnya dituntut untuk sudah siap menghadapi dunia kerja setelah mereka lulus,” jelasnya.
Arif juga mendorong siswa untuk mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai salah satu upaya memperkuat daya saing. Sertifikasi dapat menjadi bukti pendukung bahwa seseorang mempunyai kemampuan sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan oleh bidang pekerjaan tertentu.
Dengan kompetensi yang terukur, lulusan diharapkan memiliki nilai tambah ketika melamar pekerjaan dan menghadapi proses seleksi di perusahaan industri.
Di samping keterampilan teknis, Arif mengingatkan pentingnya memperluas wawasan, membangun relasi, dan berinteraksi dengan orang-orang yang telah berpengalaman di dunia industri.
Menurutnya, jejaring profesional dapat membantu siswa mengenali kebutuhan perusahaan, memperoleh informasi mengenai peluang kerja, serta memahami karakter lingkungan kerja sebelum benar-benar terjun ke dalamnya.
“Imbauannya tetap mencari wawasan luas dan bergaul dengan orang-orang yang sudah mengenal dunia industri. Di dunia industri, jaringan juga diperlukan. Kalau kita punya jaringan, itu bisa lebih mempermudah mereka untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Lomba Star-Delta, Menguji Kemampuan Praktik Siswa SMK
Sementara itu, Ketua Pelaksana Expo IKE 2026, Dedi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah dipersiapkan jauh-jauh hari melalui koordinasi panitia, dukungan vendor, serta komunikasi dengan sejumlah SMK untuk mengikutsertakan siswa dalam kompetisi teknik.
Salah satu agenda utama yang digelar adalah lomba merakit rangkaian star-delta, yakni rangkaian kendali motor listrik yang umum digunakan dalam aplikasi teknik kelistrikan dan industri.
Menurut Dedi, lomba tersebut dirancang agar siswa dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di sekolah melalui praktik langsung. Dengan demikian, peserta dapat memahami bagaimana materi pembelajaran digunakan dalam pekerjaan teknis di lapangan.
“Harapannya dengan kita mengadakan lomba merakit star-delta ini, mereka bisa memahami apa yang didapatkan di sekolah, teorinya, kemudian mereka praktik di sini. Itu juga bisa berguna nanti ketika mereka di dunia kerja,” kata Dedi.
Ia menambahkan, pengalaman praktik menjadi penting karena siswa perlu memahami hubungan antara materi pembelajaran dengan kebutuhan nyata di industri. Melalui kompetisi, kemampuan peserta dalam memahami rangkaian, menerapkan prosedur kerja, dan menyelesaikan tugas teknis dapat memperoleh pengalaman tambahan di luar pembelajaran kelas.
Antusiasme siswa terhadap kompetisi tersebut dinilai tinggi. Berdasarkan keterangan panitia, terdapat sekitar 49 grup yang mengikuti lomba. Karena keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berlangsung satu hari, panitia melakukan penyesuaian terhadap jumlah peserta yang dapat diakomodasi.
Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kompetisi tersebut selain pemahaman mengenai rangkaian star-delta. Panitia menyediakan penghargaan berupa uang pembinaan bagi peserta yang berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga.
Hadirkan 14 Perusahaan, Perluas Wawasan Industri
Selain kompetisi, Expo IKE 2026 juga menghadirkan pameran perusahaan untuk memperkenalkan produk, teknologi, dan kebutuhan sektor engineering kepada para peserta.
Dedi menyampaikan, terdapat 14 perusahaan yang membuka stan dalam kegiatan tersebut. Selain perusahaan yang mengikuti pameran secara langsung, sejumlah perusahaan lainnya turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara.
Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Surabaya. Produk yang diperkenalkan pun beragam, mulai dari produk buatan luar negeri hingga produk yang telah melalui proses fabrikasi di Indonesia.
Kehadiran perusahaan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan produk dan teknologi yang digunakan dalam dunia teknik. Interaksi dengan pelaku industri juga dapat membantu siswa memahami kompetensi yang dibutuhkan perusahaan serta peluang pengembangan karier setelah lulus.
Bagi siswa SMK, pengenalan dunia industri sejak dini menjadi bekal penting untuk menentukan arah karier dan menyiapkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri
Penyelenggaraan Expo IKE 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi engineering, lembaga pendidikan vokasi, dan perusahaan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
Pendidikan di SMK tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan teori, tetapi perlu diperkuat melalui praktik, pengenalan teknologi terkini, sertifikasi kompetensi, serta kesempatan berinteraksi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui kegiatan ini, IKEI BPD Jawa Timur berharap siswa tidak hanya memiliki keterampilan sesuai jurusannya, tetapi juga memahami perkembangan profesi engineering, berani menghadapi perubahan teknologi, dan mulai membangun jejaring profesional sejak masih menempuh pendidikan.
Sementara itu, bagi organisasi engineering, pengenalan profesi sejak bangku sekolah menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, wawasan industri, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Dengan demikian, Expo IKE 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan pameran, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis untuk mempertemukan potensi siswa SMK dengan kebutuhan industri serta membuka wawasan mereka mengenai masa depan profesi di bidang engineering.









