
Suksesi FKSB Semarang 2026–2030, Gus Syafri Usung Ormas yang Lebih Berdaya
METRO TIMES (SEMARANG) — Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang akan menghadapi suksesi kepengurusan untuk periode 2026–2030. KRH M. Priyanto, S.E., M.M., yang dikenal dengan sapaan Gus Syafri, menjadi salah satu nama yang menyampaikan gagasan baru untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang.
Gus Syafri mendorong FKSB agar menjadi wadah yang inklusif, mandiri, dan profesional serta mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah.
Menurutnya, FKSB harus merangkul seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun latar belakang organisasi.
“FKSB itu harus bisa merangkul semua kalangan, merangkul semua suku, ras, semua agama, merangkul semua ormas. Ormas harus mandiri, profesional dan menjadi jembatan aspirasi warga Kota Semarang,” kata Gus Syafri di Semarang, Kamis (8/10/2026).
Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial. Karena itu, keberadaan ormas diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ormas itu harus bangkit, harus maju, tidak jalan di tempat. Ormas itu memang harus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Gus Syafri Dorong FKSB Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat
Gus Syafri mengusung gagasan untuk memperkuat peran ormas sebagai mitra Pemerintah Kota Semarang yang kritis sekaligus konstruktif.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan perlu memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi warga sekaligus berkontribusi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
Melalui peran tersebut, FKSB diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus membangun kolaborasi antarorganisasi agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Pemberdayaan UMKM dan Digitalisasi Ormas Jadi Agenda
Selain memperkuat komunikasi dan koordinasi antarormas, Gus Syafri mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan kapasitas pemuda.
Program yang ia gagas mencakup pelatihan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kemampuan sumber daya manusia di lingkungan organisasi kemasyarakatan.
Ia juga mendorong pendampingan hukum, bantuan sosial bagi warga miskin, serta sertifikasi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggota ormas.
Digitalisasi organisasi turut menjadi perhatian agar tata kelola, komunikasi, dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.
“Ormas harus bisa menyelami masyarakat, harus bergotong royong untuk memajukan Kota Semarang agar lebih baik lagi,” katanya.
Jaga Toleransi dan Kondusivitas Kota Semarang
Penguatan toleransi dan kondusivitas menjadi bagian lain dari gagasan Gus Syafri untuk FKSB periode 2026–2030.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Kota Semarang menuntut organisasi kemasyarakatan untuk membangun komunikasi yang baik, menghormati perbedaan, dan menjaga kerukunan.
Ia menilai citra negatif yang terkadang melekat pada organisasi kemasyarakatan tidak seharusnya menghapus kontribusi positif yang telah dilakukan berbagai ormas.
“Ormas itu terkenalnya buruk, tapi ormas yang berakhlak baik itu tidak sedikit juga,” ujarnya.
Karena itu, Gus Syafri mendorong agar FKSB berperan dalam membangun organisasi yang tertib, berintegritas, berakhlak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Profil Gus Syafri
KRH M. Priyanto, S.E., M.M., atau Gus Syafri, dikenal sebagai Ketua Muhibbin Indonesia dan Ketua Pawodiro Nusantara. Ia juga disebut memimpin Majelis Kanzus Sholawat Nusantara serta mengasuh Pondok Pesantren Hamengku Joyo Nusantoro.
Selain itu, Gus Syafri tercatat sebagai penasihat LSM dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Tengah. Pengalamannya juga mencakup peran sebagai tenaga ahli di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Ia turut memiliki keterlibatan di bidang keagamaan FKSB, menjadi bagian dari keluarga besar Ansor-Banser Kota Semarang, serta pernah menduduki posisi sebagai direktur dan komisaris.
Dalam menghadapi suksesi FKSB periode 2026–2030, Gus Syafri membawa gagasan agar forum tersebut tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarlembaga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu menampung aspirasi masyarakat dan mendukung kemajuan Kota Semarang.
“Ormas harus guyub, jangan jalan sendiri-sendiri. Harus mengikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
(AF)









