
METROTIMES ( Ambon ) Gelaran Halal Bihalal Keluarga Besar Partai NasDem Provinsi Maluku di Hotel Santika Premier Ambon, Rabu (8/4/2026), bukan sekadar momen saling memaafkan atau seremonial belaka. Lebih dari itu, agenda pasca-lebaran ini menjadi momentum penting untuk mengumpulkan energi politik baru sekaligus menancapkan patok ambisius partai besutan Surya Paloh untuk lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Meneguhkan Silaturahim, Memperkokoh Solidaritas, dan Melanjutkan Semangat Restorasi, Par Maluku Pung Bae”, NasDem secara terbuka menyatakan perang strategi untuk bertransformasi dari posisi pemenang kedua saat ini menjadi kekuatan politik nomor satu di Maluku pada Pemilu 2029 mendatang.
Dominasi Terukir, Namun Belum Waktu Berpuas Diri
Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Partai NasDem Maluku yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, S.Sos., dalam wawancara eksklusifnya usai acara menegaskan bahwa posisi partainya saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Hal ini terlihat dari kuatnya pijakan partai di berbagai lini legislatif.
“Pencapaian kita saat ini cukup membanggakan. Di Kota Ambon, kita mengamankan posisi Ketua DPRD. Di tingkat Provinsi, kita memegang kursi Wakil Ketua I sekaligus mengukuhkan diri sebagai pemenang kedua. Hampir di seluruh Kabupaten/Kota, unsur pimpinan legislatif pun telah terisi oleh kader-kader terbaik kita,” papar Vanath dengan nada penuh keyakinan.
Namun, capaian gemilang tersebut tidak membuatnya lengah atau berpuas diri. Justru, hal ini menjadi pemicu semangat untuk terus naik kelas.
“Hari ini kita berada di posisi pemenang kedua, tetapi ke depan kita harus naik kelas menjadi yang pertama. Oleh karena itu, konsolidasi organisasi dari tingkat provinsi hingga ke ranting menjadi harga mati. Terutama, tanggung jawab utama kita saat ini adalah bagaimana caranya mencetak minimal satu kursi untuk mewakili Maluku di DPR RI,” tegasnya.
Konsisten sebagai Partai Nasionalis yang Inklusif
Lebih dalam, politisi senior ini menegaskan identitas partainya. NasDem Maluku harus tetap konsisten menjadi partai nasionalis yang menjunjung tinggi keberagaman dan kebhinekaan, sejalan dengan karakter masyarakat Maluku yang majemuk.
Vanath menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tidak terpaku pada satu sisi saja. Menurutnya, keberimbangan sosial dan budaya harus tetap dijaga.
“Kami meminta agar forum-forum silaturahmi yang serupa juga disediakan bagi saudara-saudara kita dari umat beragama lain. Hal ini penting demi menjaga keseimbangan sosial dan budaya yang ada di Maluku. Inilah cara kita menjaga kepercayaan rakyat terhadap partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme,” tambahnya.
Gerak Cepat hingga ke Akar Rumput
Ambisi besar untuk menjadi pemenang nomor satu dan menembus kursi Senayan pada 2029 menuntut kerja keras ekstra. Vanath menyadari bahwa mesin partai tidak boleh hanya “panas” atau aktif di kalangan elit saja, namun harus menyentuh hingga ke akar rumput.
Konsolidasi menyeluruh menjadi kunci utama agar NasDem tidak hanya pandai meraup suara, tetapi juga cakap dalam mengadvokasi kebutuhan masyarakat bawah.
“Partai NasDem semakin dipercaya oleh rakyat Maluku karena konsisten menjaga posisinya sebagai partai nasionalis. Ditambah lagi dengan kader-kader yang berintegritas dan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Harapan saya, ke depan kepercayaan masyarakat harus semakin tinggi,” ujarnya.
Menutup perbincangan, Vanath menegaskan bahwa Halal Bihalal ini menjadi titik tolak baru. Langkah nyata konsolidasi akan segera digulirkan di setiap tingkatan struktur partai.
“Kita ingin memastikan bahwa di masa depan, NasDem tidak hanya menjadi partisipan, melainkan menjadi penentu arah pembangunan Maluku yang lebih baik,” pungkasnya dengan tegas. ( tasya Patty )




