
MetroTimes (Surabaya) — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., menegaskan pentingnya keberadaan Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sebagai salah satu sayap partai yang tidak hanya berperan dalam penguatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan kaderisasi bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan Cahyo dalam momentum pelantikan jajaran TIDAR Surabaya. Menurutnya, agenda tersebut memiliki makna strategis karena tidak berhenti pada seremoni pelantikan, melainkan menjadi bagian dari proses pendidikan politik dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Surabaya.
“Ini sangat penting, tidak hanya tentang menuju pelantikan salah satu sayap partai yang sangat berkontribusi dalam kebesaran Partai Gerindra. Tetapi ini juga merupakan salah satu ruang pembelajaran bagi generasi muda di Kota Surabaya untuk mengetahui filosofi politik maupun langkah-langkah perjuangan untuk masyarakat,” ujar Cahyo.
Ia mengapresiasi jajaran TIDAR Surabaya yang dipimpin Rufaldo beserta seluruh pengurusnya karena turut memberikan perhatian terhadap proses pendidikan politik bagi kader muda.
Menurut Cahyo, pendidikan politik yang dilakukan melalui TIDAR juga diarahkan mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat, termasuk melalui program Tunas I dan Tunas II.
“Ini adalah ruang pembelajaran, ruang pembentukan karakter, ruang untuk memahami sesungguhnya baik dari sisi administratif organisasi maupun nilai-nilai perjuangan Partai Gerindra. Ini juga menjadi proses untuk menjadikan generasi muda memiliki karakter yang sesuai dengan cita-cita perjuangan,” katanya.
Cahyo menilai proses kaderisasi tersebut penting untuk memastikan generasi muda tidak hanya memahami politik dari sisi praktis, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai organisasi, tanggung jawab sosial, serta bagaimana politik dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran TIDAR Surabaya untuk bekerja bersama, belajar bersama, sekaligus membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Atas nama DPC, kami menyampaikan selamat dan sukses. Mari kita bekerja bersama, kita belajar bersama dan kita berkontribusi bersama untuk kepentingan masyarakat Surabaya, khususnya untuk kawan-kawan pemuda yang ada di Kota Surabaya,” tegasnya.
TIDAR Jadi Kanal Aspirasi Anak Muda
Lebih jauh, Cahyo menyebut keterlibatan generasi muda dalam organisasi politik memiliki arti penting bagi proses pengambilan kebijakan dan penguatan kerja-kerja politik di tingkat daerah.
Menurutnya, ketika partai ingin menghasilkan karya dan program yang maksimal untuk masyarakat, maka seluruh kelompok masyarakat harus didengarkan, termasuk kelompok pemuda.
“Kita ketika ingin berkarya maksimal buat masyarakat, maka kita membutuhkan semua golongan untuk mendengarkan dan menerima aspirasi. Ketika kita ingin mengetahui betul apa yang diharapkan oleh pemuda, kita harus mendengar langsung dari unsur pemuda yang ada dalam organisasi kita,” jelasnya.
Ia berharap TIDAR tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan yang menjalankan aktivitas internal, tetapi juga mampu menjadi kanal bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, inovasi, kreativitas, kritik, maupun evaluasi kepada pimpinan DPC Gerindra Surabaya.
Menurut Cahyo, perspektif generasi muda sangat dibutuhkan karena memiliki pendekatan dan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Hal-hal ini akan memberikan peran, memberikan masukan, juga evaluasi kepada kami pimpinan DPC agar kami bisa mewujudkan harapan generasi muda. Mereka juga punya inovasi dan kreativitas anak muda yang memang sangat dibutuhkan di era sekarang,” ujarnya.
Dari TIDAR Menuju Kepemimpinan Politik
Cahyo juga menegaskan bahwa TIDAR dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun pengalaman organisasi sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.
Ia menyebut setiap kader TIDAR memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menempati posisi strategis, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
“Tentu ketika seorang masuk dalam organisasi politik, apalagi teman-teman TIDAR, baik ketua, sekretaris, bendahara maupun siapapun yang ada di DPC TIDAR Surabaya, punya kesempatan yang sama untuk menjadi calon pemimpin,” ungkapnya.
Kesempatan tersebut, lanjut Cahyo, terbuka bagi kader yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Kami Gerindra Surabaya sangat terbuka dan sangat mendukung gerakan-gerakan positif dari kawan-kawan TIDAR Surabaya ke depannya,” tambahnya.
Ia berharap semakin banyak kader muda yang lahir dari proses organisasi tersebut dan nantinya mampu mengisi ruang-ruang kepemimpinan di Kota Surabaya.
Cahyo juga menekankan pentingnya keberagaman dalam proses kaderisasi politik. Menurutnya, kepemimpinan partai ke depan tidak semata-mata berasal dari satu kelompok atau generasi tertentu.
“Harapannya nanti makin banyak, makin plural pemimpin-pemimpin di DPRD Kota Surabaya, misalnya dari Partai Gerindra. Tidak hanya generasi senior, tetapi ada generasi muda, ada perempuan, ada pria, ada suku A, suku B, semuanya punya kesempatan yang sama menjadi bagian dari kepemimpinan Partai Gerindra,” tuturnya.
Bukan Sekadar Elektoral
Cahyo menilai keberadaan TIDAR pada akhirnya tidak boleh hanya dilihat dari perspektif kepentingan elektoral. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kader-kader muda yang memiliki kepedulian sosial dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menyebut TIDAR sebagai salah satu sayap kebanggaan Partai Gerindra yang diharapkan memiliki kontribusi besar dalam perjalanan partai.
“Insya Allah TIDAR akan memiliki kontribusi yang besar. Tidak hanya untuk kemenangan Partai Gerindra maupun Pak Prabowo dalam pemilu ke depan, tetapi yang paling penting adalah membawa kebermanfaatan buat masyarakat,” pungkas Cahyo.
Dengan demikian, pelantikan TIDAR Surabaya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka ruang kaderisasi yang lebih luas bagi generasi muda. Pendidikan politik, penguatan karakter, penyerapan aspirasi, serta penciptaan regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Sementara itu, Ketua TIDAR Surabaya, Rivaldo Fabiansa Romadona, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus dirancang sebagai bagian dari proses pendidikan politik bagi kader-kader muda.
“Acara hari ini adalah untuk pelatihan Tunas I dan II. Yang pertama adalah pendidikan politik untuk kader-kader kita. Tujuannya tentu juga untuk terus mendorong Partai Gerindra,” ujar Rivaldo.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kader TIDAR agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai politik dan organisasi. Peserta yang mengikuti kegiatan juga tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi datang dari sejumlah daerah lain.
“Untuk peserta, kita menyiapkan pelatihan khususnya untuk Kota Surabaya. Tetapi alhamdulillah pesertanya banyak, ada dari Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, bahkan tadi juga ada dari Hong Kong dan Tiongkok,” jelasnya.
Keterlibatan peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan kader yang dilakukan TIDAR memiliki ruang partisipasi yang cukup luas. Rivaldo menambahkan, materi pelatihan juga menghadirkan pemateri dari jajaran Pengurus Pusat TIDAR serta pemateri dari tingkat Jawa Timur.
“Untuk pematerinya tentunya kita mendatangkan dari pemateri PP dan juga ada pemateri dari Jawa Timur,” katanya.
(nald)










