Rektor Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya, Ong Peter Leonardo, B.A., M.Ed
- iklan atas berita -

 

​MetroTimes (Surabaya) – Kemajuan pesat Tiongkok dalam panggung ekonomi dan teknologi global menjadi bukti nyata dari penerapan filosofi kuno Zi Qiang Bu Xi. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya, Ong Peter Leonardo, B.A., M.Ed. Menurutnya, semangat pantang menyerah dan terus berjuang tanpa kenal lelah menjadi motor utama yang mengubah citra Tiongkok dari negara pembuat barang tiruan berkualitas rendah menjadi produsen teknologi terdepan dunia.

​Ong Peter Leonardo menjelaskan bahwa prinsip Zi Qiang Bu Xi berakar dari kitab klasik I Ching yang ditulis pada abad ke-5 hingga ke-3 sebelum Masehi. Ungkapan yang telah berusia lebih dari 2.500 tahun tersebut mencerminkan tekad untuk terus memperkuat diri secara mandiri dan konsisten.

​Perjalanan transformasi ini terlihat jelas dari pergeseran industri manufaktur dan otomotif Tiongkok. Pada masa lalu, produk berlabel Made in China kerap diidentikkan dengan kualitas yang buruk serta sekadar meniru karya negara lain. Namun, melalui kerja keras dan pembuktian yang berkelanjutan, Tiongkok berhasil melahirkan raksasa teknologi dunia seperti Huawei dan Oppo.

​Di industri otomotif, Rektor UWIKA Surabaya ini juga menyoroti pembalikan sejarah dalam dinamika hubungan industri Tiongkok dan Jepang. Jika dahulu para produsen Tiongkok harus melakukan studi dan belajar ke Jepang untuk membuat mobil, kini situasinya justru berbalik. Produsen Jepang datang ke Tiongkok untuk mempelajari teknologi pembuatan kendaraan listrik (EV), seiring pesatnya perkembangan merek-merek seperti BYD.

ads

​Kini, dominasi manufaktur Tiongkok telah merambah hampir ke seluruh penjuru dunia. Mulai dari perangkat elektronik canggih, industri otomotif, hingga produk kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, mayoritas merupakan hasil produksi Tiongkok. Fenomena ini membuktikan bahwa konsistensi dan semangat Zi Qiang Bu Xi berhasil membawa Tiongkok mencapai puncak industri global.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!