
Metro Times (Purworejo) Minimnya rambu-rambu pada proyek bekas galian pipa pertamina, membuat sejumlah kendaraan yang melitas maupun parkir di sepanjang jalan Purworejo-Jogja itu ambles dan terperosok. Dalam beberapa pekan terakhir, terhitung sudah 15 kendaraan ambles dan terperosok di bekas galian pipa Pertamina di sepanjang jalur Purworejo-Jogja, tepatnya di wilayah Desa Borowetan Kecamatan Banyuurip. Pengguna jalan dan masyarakat setempat berharap agar pihak terkait dalam menyikapi kondisi tersebut.
Insiden terbaru terjadi pada Kamis (2/4) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Sebuah truk tangki bermuatan semen curah 29 ton ambles hingga terguling saat hendak parkir di bahu Jalan Purwprejo Km 4,5, tepatnya di depan pabrik pembuatan bantalan kereta api PT Ragam Usaha Prima Mandiri. Beruntung, pengemudi bersama kernet truk bernomor polisi S 9453 UH tersebut selamat.
“Saya dari Lamongan, ini mengantar semen curah. Alhamdulillah tidak apa (tidak ada luka, red) dan bisa keluar dari atas (pintu sebelah kiri, red),” kata sopir truk, Anton (36).
Menurut Anton, tidak ada tanda-tanda khusus di sekitar lokasi yang memberitahukan bahwa kontruksi tanah belum padat. Ia pun memutuskan parkir di lokasi itu mengingat areanya yang cukup luas untuk menunggu bongkar muatan untuk pabrik yang ada di sebrang jalan.
“Dulu itu parkir di situ tidak apa-apa, jadi ya tidak tahu kalau baru digali untuk pipa pertamina. Posisi ban kiri itu masih di aspal tadi pas parkir,” ujarnya.
Sementara itu, Ranti (37), pemilik warung makan di sekitar lokasi menyebut, sudah ada belasan kendaran ambles dalam beberapa pekan terakhir pasca penggalian pipa Pertamina. Bahkan, tidak jarang kerandaraan yang ambles nyaris menimpa warungnya.
“Warung ini dulu pernah kena eskavator, tapi sudah diganti dan diperbaiki. Sepanjang jalan ini mungkin ada 15-an. Di depan warung sendiri sudah ada 5 kejadian. Kemarin bus di dekat rumah makan Sumber Rejeki dan siang ini baru saja di sana juga ada lagi yang terperosok,” katanya.
Menurutnya, sebelum proyek penggalian dimulai pihak Pertamina pernah memberikan sosialisasi yang salah satu isinya yakni akan langsung memperbaiki atau memadatkan bekas jalur pipa pasca penggalian. Namun, hal itu tidak diwujudkan. Sebagian besar bekas galian tertutup, tetapi kontriksi tanah tidak kembali seperti semula.
“Kita berharap bisa dikembalikan seperti semula. Misal tadinya cor jadi cor, semula padat jadi padat,” jelasnya.
Dua orang yang mengaku dari pertamina enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi wartawan. Keduanya hanya datang dan mendokumentasikan lokasi.
“Kami hanya mengambil dokumentasi, Pak. Itu bukan wewenang kami, tapi pihak kontraktor,” katanya. (dnl)




