- iklan atas berita -

Metrotimes (Purworejo)-Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali menggelar wisuda sarjana dan Magister periode 1 untuk tahun akademik 2026-2027. Periode ini kampus tersebut meluluskan sebanyak 548 wisudawan dimana 71 persen lebih berhasil memperoleh presikat Cumlaude.

Sebagaimana gelaran wisuda sebelumnya, wisuda UMPWR kali ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026 serta sesi kedua pada Sabtu (24/10/2026).

Rektor UMPWR, Dr.Teguh Prabowo M.Pd pada Sidang Terbuka Senat tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan karena berhasil menuntaskan pendidikan Universitas tersebut. Ia juga memberikan apresiasi serta ucapan khusus bagi wisudawan yang memperoleh predikat Cumlaude, wisudawan terbaik serta wisudawan yang lulus dengan usia termuda.

Dr.Teguh menyebut sebanyak 394 wisudawan memperoleh predikat cumlaude dan 16 wisudawan dinyatakan lulus terbaik dengan berhasil memperoleh IPK 3,67 hingga 3,94. Wisudawan terbaik itu masing-masing;

1. Afsya Meylaningsih program studi Magister Pendidikan Matematika dengan IPK 3.94, Bagus

ads

2. Bagus Satrio Wicaksono Prodi Psikologi dengan IPK 3.90

3. Restu Andina Putri dari program Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.87.

4.Dina Afiana dari Prodi Agribisnis dengan IPK 3.86

5.Ridho Bayu Saputro dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan 3.86

6.Abdurrahman Sodiq dari Prodi
Manajemen dengan IPK.3.85.

7.Wilujeng Khoirunnisa dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3.85

8. Puji Pangestu dari Prodi Teknologi Informasi dengan IPK 3.84

9.Fadhil Fahreza dari Prodi Pendidikan Teknik Otomotif dengan IPK 3.83.

10. Nesi Anjani dari Prodi Pendidikan Ekonomi dengan IPK 3.82.

11.Fedrik Maulana dari Prodi Pendidikan Matematika dengan IPK 3.81.

12.Novya Sulis Mustikasari dari Prodi
Hukum dengan IPK 3.79

13.Wahyu Dwi Yunanto dari Prodi Peternakan dengan IPK 3.78.

14.Monika Rahayu dari Prodi Pendidikan Fisika dengan IPK 3.74

15. Safira Zain dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dengan IPK 3.69.

16.Amalia Rahmawati dari Prodi Teknik Sipil dengan IPK 3.67.

Teguh juga mengutarakan bahwa tahun ini UMPWR kembali meluluskan sebanyak 143 tanpa ujian skripsi. Angka ini mengalami peningkatan dari periode sebelumnya. Sebagai kampus Inklusif, lanjut Teguh Universitas Muhammadiyah Purworejo juga kembali mewisuda 6 orang wisudawan Disabilitas.

Pada sidang Senat itu Teguh memberikan pesan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan melainkan awal dari pengabdian. Gelar akademik bukanlah hanya simbol keberhasilan namun amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Dunia yang akan saudara masuki setelah lulus adalah dunia yang terus berubah. Perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Artificial intelligence atau AI semakin hadir dalam berbagai bidang kehidupan. Cara kita bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan menjalankan usaha ikut berubah. Perubahan seperti ini tentu membawa peluang, tetapi sekaligus menuntut kita untuk terus belajar,” ucap Teguh.

Ia menekankan, ijazah dan gelar yang diterima setiap wisudawan jangan dianggap sebagai tanda bahwa proses belajar telah selesai.

Teguh menitipkan tiga hal kepada para wisudawan. Pertama, terus tumbuh dengan tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah ketahui. Sebab dunia terus berubah, ilmu berkembang, dan persoalan masyarakat juga semakin beragam. Kedua, menjadi pribadi yang tangguh sebab perjalanan setelah kampus mungkin tidak selalu sesuai dengan rencana. Ada yang langsung mendapatkan pekerjaan dan ada yang harus menunggu. Ada yang melanjutkan pendidikan. Ada yang memilih membangun usaha. Ada pula yang mungkin harus mencoba beberapa kali sebelum menemukan jalan yang sesuai. Semua itu adalah bagian dari perjalanan.

“Ketiga, jadilah pribadi yang berdampak. Setelah lulus nanti, jangan hanya bertanya, “Saya akan bekerja di mana?” Tetapi tanyakan juga: “Saya bisa memberikan manfaat apa?”
Pertanyaan ini penting karena ilmu yang kita miliki pada akhirnya bukan hanya untuk diri sendiri.
Seorang guru dapat memberikan pengaruh besar terhadap masa depan murid-muridnya. Seorang pengusaha dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Seorang profesional dapat menghadirkan solusi dari keahliannya. Seorang peneliti dapat memberikan jawaban terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” sebut Rektor.

Ia menambahkan, tahun ini Universitas Muhammadiyah Purworejo memasuki usia ke-62. Universitas mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, Berpengaruh.” Tema ini bukan hanya untuk menggambarkan perjalanan UMPWR sebagai institusi, tetapi juga sangat relevan dengan perjalanan para lulusan.

“Saudara telah tumbuh selama berada di kampus. Bukan hanya bertambah pengetahuan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Setelah ini saudara akan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, saudara harus tangguh. Dan pada akhirnya, ilmu, pengalaman, dan karakter yang saudara miliki diharapkan mampu membuat saudara berpengaruh melalui karya dan pengabdian,” demikian ucap Rektor lagi.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!