- iklan atas berita -

METROTIMES ( Ambon ) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 yang dirangkaikan dengan Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor periode April 2026. Kegiatan berlangsung khidmat pada Kamis (23/4/2026) pukul 08.00 WIT di Auditorium Unpatti, Poka, Ambon.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisuta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dari berbagai kabupaten di Maluku, pimpinan perguruan tinggi, serta sivitas akademika dan orang tua wisudawan.

Dalam pidatonya, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy P. L. Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dua momentum penting tersebut, sekaligus mengucapkan selamat kepada para lulusan.

“Pada hari ini, sebanyak 1.298 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 845 lulusan sarjana, 373 lulusan profesi, 75 magister, dan 55 doktor, dengan rata-rata IPK mencapai 3,35,” ungkap Rektor.

Ia juga menjelaskan bahwa wisuda turut dilaksanakan secara bersamaan di wilayah layanan pendidikan, yakni 36 lulusan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan 29 lulusan di Kabupaten Kepulauan Aru melalui Pusat Studi dan Layanan Pengembangan (PSLP).

ads

Rektor menyoroti capaian mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang menunjukkan prestasi membanggakan. Dari 32 penerima KIP di jenjang sarjana, lebih dari separuh berhasil meraih IPK tinggi.

“Ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk berprestasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menegaskan arah pengembangan Unpatti melalui visi besar periode 2023–2027, yakni “Unpatti Unggul, Bersinar, Menuju World Class University.” Menurutnya, visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk membangun kampus yang berakar pada karakter kepulauan dan mampu menjawab tantangan bangsa maritim.

Ia menambahkan, Unpatti memiliki keunggulan khas di bidang maritim kepulauan, pesisir, pertanian kepulauan, kesehatan maritim, hukum adat, hingga sosial budaya kepulauan yang menjadi fondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset.

Sebagai wujud penguatan identitas akademik, Unpatti juga meluncurkan konsep “Bina Mulia Kelautan” yang telah mendapatkan hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Buku tersebut akan resmi diperkenalkan dalam rangkaian syukuran Dies Natalis.

Dari sisi capaian institusi, Rektor memaparkan sejumlah progres signifikan, antara lain peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang saat ini mencapai 35,28 persen, serta target menjadi 50 persen pada tahun 2030. Selain itu, jumlah program studi berakreditasi unggul meningkat drastis dari 6 menjadi 16 program studi dalam dua tahun terakhir.

Unpatti juga mencatat kinerja tata kelola yang membanggakan dengan nilai akuntabilitas kinerja 83,45 persen (predikat A) serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Bahkan, Unpatti meraih peringkat ketiga dalam pengelolaan anggaran terbaik di Provinsi Maluku.

Di bidang kerja sama, Unpatti telah menjalin 59 kerja sama internasional dan 551 kerja sama dalam negeri, yang membuka peluang besar bagi pengembangan riset dan investasi di kawasan Indonesia Timur.

Mengusung tema Dies Natalis ke-63, “Tumbuhkan Talenta Unggul yang Berdampak bagi Generasi Emas Indonesia 2045,” Rektor menekankan pentingnya pembinaan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar Unpatti dapat segera bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) pada tahun 2027, guna meningkatkan kemandirian dan fleksibilitas dalam pengelolaan pendidikan serta riset.

Di akhir pidatonya, Rektor berpesan kepada para wisudawan agar terus belajar dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“Gelar akademik yang kalian sandang hari ini adalah awal dari perjalanan panjang. Jadilah pemimpin yang kritis, inovatif, dan berintegritas, serta mampu membawa semangat ‘katong semua orang basudara’ dalam setiap langkah,” tutupnya.

Perayaan Dies Natalis ke-63 ini menjadi refleksi perjalanan panjang Universitas Pattimura sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berbenah, berinovasi, dan berkomitmen melahirkan generasi unggul untuk Indonesia.( Tasya Patty )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!