- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) TREND ACBS Digital Printing Purworejo membuka cabang baru yang terletak di Jalan A Yani 17 Purworejo atau berhadapan persis di seberang jalan dengan cabang utamanya, Jumat (23/10). Hadirnya cabang baru menjadi kado istimewa anniversary 10 tahun TREND ACBS.

Prosesi memasuki ruko untuk cabang baru itu ditandai dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang diikuti sejumlah karyawan. Mereka juga melakukan aksi sosial bagi-bagi nasi kotak kepada pengemudi ojek online, tukang becak, serta warga sekitar.

Direktur TREND ACBS, Ahmad Fadhol Arifin (34), menyebut cabang baru tersebut menjadi lokasi yang ke-9 sejak TREND ACBS dirintis pada 20 Oktober 2010 silam.

“Alhamdulillah, TREND ACBS hingga saat ini masih terus berkembang. Jadi hari ini, kita gelar tasyakuran sederhana sekaligus anniversary 10 tahun yang sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Oktober kemarin,” sebutnya.

Menurut Arifin, bisnis yang ditekuninya berawal dari usaha penjualan buku dan alat tulis kecil-kecilan saat ia masih berstatus sebagai mahasiswa Prodi PBI di UMP. Saat itu, ia hanya menempati sebuah ruang sempit di bawah tangga sudut gedung kampus barat.

ads

Namun, berbekal niat yang kuat, ilmu yang didapat dari program kreativitas mahasiswa saat itu menjadi modal untuk melanjutkan usaha di luar kampus.

“Saya lalu ekspansi, membuka usaha di luar kampus. Saya mulai dari jasa fotokopi, penjualan buku, dan terus berkembang hingga lainnya,” kata suami dari Candraningrum yang berdomisili di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ini.

TREND ACBS saat ini telah dikenal masyarakat luas, khususnya kalangan mahasiswa, dengan brandingnya digital printing yang melayani berbagai jasa dan penjualan. Selain di sekitar kampus, TREND ACBS juga memiliki cabang di kios Pasar Baledono Purworejo yang menyediakan berbagai buku dan alat tulis.

“Pernah juga TREND ACBS bergerak di bidang kuliner, yakni jus dengan gerobak di pinggir jalan. Sekarang juga ada 1 rumah makan yang masih eksis,” sambungnya.

Kini, di tengah berkembangnya usaha, Arifin terus termotivasi untuk berkiprah. Visinya memang menjadikan TREND ACBS sebagai digital printing terbaik di Purworejo. Namun, jiwa sociopreneur yang dimilikinya sejak mahasiswa masih melekat. Di tengah kesibukannya, ia masih aktif mengikuti sejumlah organisasi, antara lain Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Belum lama ini, ia pun mempelopori berdirinya Asosiasi Pengusaha Percetakan dan Fotokopi Purworejo (APPFP). Sebanyak 48 anggotanya kini tersebar di berbagi kecamatan dan desa.

“Dengan adanya APPFP ini kita saling bersinergi. Kita ingin usaha fotokopi atau percetakan di desa-desa juga hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut Arifin mengungkapkan bahwa usaha yang digelutinya tidak sekadar bisnis atau mencari untung pribadi. Ia ingin turut membuka lapangan kerja bagi orang lain. Upaya itu pun diwujudkan dengan merekrut belasan karyawan yang sebagian besar kalangan muda dan mahasiswa.

“Saya ingin menjadikan TREND ACBS ini wadah untuk berlatih wirausaha. Selalu saya motivasi teman-teman bahwa usaha itu bukan perkara modal, tapi yang lebih penting adalah akal dan mental. Buktinya, TREND ACBS yang dirintis dengan modal nol ini bisa berkembang,” ungkapnya. (dnl)