
Metro Times (Surabaya) – Sebanyak 152 prajurit korps Pelaut Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan Dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) mengikuti safari operasi yang disampaikan oleh Asops Kasal Laksda Didik Setiyono SE., M.M. dan safari Pengamanan yang disampaikan Laksda TNI Supriyanto Irawan S.E., M.M., adapun safari Ops dan safari Pam ini dilaksanakan di Gedung Graha Samudera Bumimoro Surabaya.
Hadir dalam acara tersebut Komandan Kodiklatal, Laksda TNI Dedy Yulianto, Panglima Koarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si., Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M serta pejabat Utama Kodiklatal diantaranya Wadan Kodiklatal, Direktur Pendidikan dan latihan, Direktur Umum dan Dirktur Doktrin Kodiklatal.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya, laporan Ketua penyelenggara, pengarahan Aspam Kasal Laksda TNI Supriyanto Irawan S.E., M.M., pengarahan Asops Kasal Asops Kasal Laksda Didik Setiyono SE., M.M, penyerahan buku, menyanyikan lagu padamu negeri dan diakhiri dengan laporan Ketua penyelenggara.
Aspam Kasal dalam pengarahanya menyampaikan bahwa satuan operasi dan satuan intelijen adalah satu kesatuan dalam operasi, kedua unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang harus bersinergi dalam pelaksanaan tugas, hal ini dapat dibuktikan keberhasilan TNI AL dalam berbagai penugasan kedinasan di lingkungan TNI Angkatan laut.
Lebih lanjut disampaikan untuk mendukung keberhasilan tersebut selain bersinergi juga perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang intelijen. Berbagai upaya dalam rangka mewujudkan profesional prajurit TNI AL telah dilaksanakan salah satunya dengan meningkatkan kemampuan prajurit melalui pengarahan dan safari pengamanan seperti yang dilaksanakan saat ini.
Pati bintang dua dipundak tersebut menyampaikan bahwa luas Indonesia yang dua pertiga adalah laut mempunyai kerawanan yang semakin komplek. Adapun wilayah laut terluar tersebut tidak menutup kemungkinan menimbulkan konflik sewaktu-waktu, oleh sebab itu kehadiran Kapal Perang Indonesia di daerah tersebut mutlak diperlukan.
Selain wilayah laut terluar yang berbatasan dengan negara tetangga, yang menjadi titik kerawanan laut wilayah Indonensia adalah keberadaan tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Alur ini sesuai konvensi hukum laut Internasional bisa dilewati oleh Kapal-kapal negara asing dan apabila tidak diamankan tidak menutup kemungkinan akan merugikan negara Indonesia.
Berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Legislatif, Aspam Kasal menekankan kembali tentang netralitas TNI sesuai yang disampaikan Panglima TNI. Menjaga netralitas dengan tidak memihak dan memberikan dukungan kepada salah satu kontestan Pemilu dan Pilkada, tidak melibatkan dalam kegiatan pemilu baik satuan, perorangan ataupun fasilitas TNI dalam bentuk apapun diluar tugas dan fungsi TNI.
Sementara itu, Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono menyampaikan bahwa Asops Kasal merupakan Chief Korps Pelaut yang bertugas melaksanakan pembinaan terhadap korps pelaut. Kepada seluruh hadirin, Asops Kasal meminta agar sebagai calon pemimpin, korps pelaut agar senantiasa menyiapkan diri baik dari segi kemampuan maupun profesionalismenya.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sesuai dengan kebijakan Kasal, untuk personel Korps Pelaut akan mendapat prioritas dalam memenuhi kebutuhan personel di Kotama Operasional TNI AL, seperti Koarmada I, II, dan III, serta Kolinlamil. Namun demikian, Asops Kasal menekankan agar korps pelaut yang berdinas di KRI harus menguasai Hukum Laut Internasional.(nald)





