
Metro Times (Purworejo) Inti dari penanggulangan kemiskinan membuka akses dalam segala hal bagi warga miskin untuk hidup sejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan. Oleh sebab itu, kemiskinan menjadi musuh bersama untuk dihancurkan sampai keakar-akarnya.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti pada kegiatan Rakor Penguatan Kelembagaan Tim Penanggulangan Kemiskinan (Tinangkis) Desa/Kelurahan, di gedung Sarwo Edhie Wibowo Purworejo Kamis (19/9). Hadir dalam rakor tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Agus Ari Setyadi SSos, Plt Kepala Bappeda Ir Bambang Jati Asmara MT MA, dan dinas instansi terkait.
Yuli mengatakan, kemiskinan adalah fokus bersama dilakukan secara optimal terutama dengan adanya komitmen bersama antar pemangku kepentingan, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) sampai tingkat desa yakni tingkat TKPDes/Kel.
“Kata kunci keberhasilan penanggulangan kemiskinan adalah komitmen dan konsistensi terhadap perencanaan pembangunan (action plan) penanggulangan kemiskinan yang telah dibuat. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempertahankan komitmen dan konsistensi antar OPD sehingga ego sektoral akan diminimalisir,” kata Yuli.
Kondisi yang terjadi saat ini, menurut Yuli Hastuti, angka kemiskinan yang makin tinggi karena berbagai penyebab. Utamanya diindikasikan pada kurang tepatnya sasaran program kegiatan penanggulangan kemiskinan dan belum terintegrasinya berbagai stakeholder dalam penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu, koordinasi dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan untuk meningkatkan kelembagaan dan menjamin keterpaduan arah sehingga hasilnya lebih optimal.
Yuli juga menegaskan, trend persentase tingkat kemiskinan Purworejo sejak 1996 terus menurun searah dengan pergerakan persentase penduduk miskin Jawa Tengah. Persentase penduduk miskin Purworejo pada tahun 2018 sebesar 11,67 persen, turun dibanding tahun 2017 sebesar 13,81 persen. Namun pada tahun 2018 tingkat kemiskinan di Purworejo masih berada di atas rata-rata tingkat kemiskinan Jawa Tengah dan Nasional yaitu sebesar 11,19 dan 9,82 persen.
Sementara itu, Panitia penyelenggara Drs Fajar Dhewanto MM yang juga Kabid Pemsosbud dalam laporannya menjelaskan, Rakor ini diikuti 250 peserta dari Camat Kutoarjo se eks Kawedanan Kutoarjo dan Loano, Camat Bruno, Pituruh beserta Tinagkis desa kelurahan. Rakor dimaksud untuk mengoptimalisasi kinerja Tim penanggulangan kemiskinan desa kelurahan se Kabupaten Purworejo.
“Tujuannya menanggulangi kemiskinan secara terpadu dengan strategi dan program yang terkoordinasi diselenggarakan melalui sinkronisasi, harmonisasi dan integrasi, serta penanggulangan kemiskinan lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan,” jelasnya. (dnl)




