
MetroTimes (Surabaya) – Gebyar Wirausaha Perempuan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya 2026 menjadi momentum untuk mendorong perempuan semakin berdaya, mandiri, dan tangguh melalui pengembangan kewirausahaan. Kegiatan yang mengusung tema “Jejak Karya Perempuan: Menginspirasi dan Menguatkan Surabaya” ini juga membuka peluang bagi perempuan, termasuk kalangan guru, untuk mengembangkan usaha produktif guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Agnes, perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, menyampaikan bahwa kewirausahaan memiliki manfaat besar bagi perempuan, khususnya para guru yang ingin mengembangkan potensi diri di luar aktivitas mengajar.
Menurutnya, guru tidak hanya memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda, tetapi juga dapat mengembangkan usaha mandiri sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Bahkan, usaha yang dirintis sejak masih aktif bekerja dapat menjadi bekal ekonomi ketika memasuki masa pensiun.
“Kewirausahaan sangat luar biasa. Kami dari PGRI adalah para guru yang juga ingin memiliki kegiatan lain di samping memberikan pendidikan kepada anak-anak. Dengan berwirausaha, kami bisa menambah ekonomi keluarga. Nantinya, ketika pensiun, kami sudah memiliki usaha yang luar biasa,” ujar Agnes.
Ia menilai, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini. Dengan memiliki usaha sendiri, perempuan dapat memanfaatkan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Pelatihan Membantu Usaha Perempuan Lebih Berkembang
Agnes menjelaskan, kegiatan seperti Gebyar Wirausaha Perempuan memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha, termasuk guru yang mulai merintis bisnis, untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas produk.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mempelajari berbagai aspek penting dalam membangun usaha, mulai dari pengembangan produk, pengemasan atau packaging, hingga pemenuhan standar dan persyaratan yang dibutuhkan agar produk semakin siap bersaing di pasar.
Menurutnya, pemahaman mengenai kemasan yang menarik, standardisasi, perizinan industri kecil dan menengah (IKM), serta sertifikasi halal dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Guru-guru ada yang belajar membuka usaha. Melalui kegiatan ini, mereka bisa mengetahui bagaimana usaha itu dapat berkembang dan semakin dikenal. Mereka juga diajari tentang packaging, supaya bisa mendapatkan standar ISO, IKM, halal, dan sebagainya,” jelasnya.
Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan usaha masing-masing peserta.
Dengan demikian, perempuan yang sebelumnya hanya menjalankan usaha dalam skala kecil memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis secara lebih profesional, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Perempuan Berdaya dan Tangguh
Agnes berharap, Gebyar Wirausaha Perempuan GOW Kota Surabaya dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antarpelaku usaha perempuan.
Keberlanjutan program dinilai penting agar semakin banyak perempuan memperoleh akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya.
“Harapan saya, semoga kegiatan ini terus dilakukan dan bisa menginspirasi wanita-wanita yang ada di Surabaya untuk selalu menjadi wanita yang berdaya dan tangguh,” ungkap Agnes.
Gebyar Wirausaha Perempuan GOW Kota Surabaya 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Berdasarkan informasi penyelenggara, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda, antara lain talkshow inspiratif, lomba fashion wastra daerah, lomba tembang kenangan era 1990-an, berbagai workshop kreatif, konsultasi bisnis, pemeriksaan kesehatan, serta bazar UMKM.
Kehadiran berbagai agenda tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Bagi perempuan, termasuk para guru, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membangun keberanian memulai usaha, meningkatkan keterampilan bisnis, dan mempersiapkan kemandirian ekonomi jangka panjang.
Semangat yang dibawa dalam Gebyar Wirausaha Perempuan 2026 menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga dan pendidikan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Dengan dukungan pelatihan, akses informasi, dan jejaring usaha, perempuan diharapkan semakin mampu menciptakan peluang serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan keluarga dan kemajuan Kota Surabaya.
(nald)









