- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Madiun) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dengan insan media dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Memperkuat Kemitraan dengan Insan Media untuk Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Timur”, OJK menggandeng puluhan jurnalis dari berbagai platform media untuk memperkuat kolaborasi strategis.

Acara yang berlangsung di Kota Madiun pada 17–18 Oktober 2025 ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Agusman, serta jajaran pimpinan OJK se-Jawa Timur.

Dalam laporannya, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Nasirwan, menyampaikan apresiasi atas peran penting media dalam menyampaikan berbagai kebijakan dan edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Kami meyakini kegiatan seperti ini sangat positif dan memberikan manfaat timbal balik. Kehadiran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun literasi dan menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap sektor keuangan,” ujarnya.

ads

Ia menambahkan, sinergi dengan media diharapkan dapat membantu OJK menjangkau masyarakat yang lebih luas, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai kebijakan dan program literasi keuangan.

“OJK tidak bisa bekerja sendiri. Media berperan penting dalam menjembatani informasi agar kebijakan yang kami jalankan bisa dipahami oleh publik secara lebih baik,” imbuhnya.

Sebanyak 56 jurnalis dari berbagai media di Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 45 wartawan media online, 6 wartawan media cetak, 5 wartawan televisi, dan 1 wartawan radio.

Agusman: Membangun Kepercayaan Publik Dimulai dari Komunikasi yang Baik

Dalam sambutannya, Agusman menegaskan pentingnya peran media dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor keuangan membutuhkan trust. Dan kepercayaan itu tidak akan tumbuh tanpa komunikasi yang baik. Di sinilah peran penting rekan-rekan media,” tegas Agusman.

Ia menjelaskan, OJK terus memperkuat regulasi dan pengawasan seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Sepanjang tahun lalu, OJK telah menerbitkan 12 Peraturan OJK (POJK) baru yang mengatur berbagai aspek lembaga pembiayaan dan layanan keuangan lainnya.

“Kami juga tengah menyusun sejumlah roadmap untuk memperkuat arah pengembangan sektor keuangan, antara lain di bidang fintech lending, modal ventura, lembaga keuangan mikro, hingga pergadaian dan pembiayaan berbasis emas (bullion),” jelasnya.

Agusman menyambut baik inisiatif OJK Jawa Timur yang menyediakan community lounge di kantor OJK Surabaya sebagai ruang diskusi dan edukasi bagi insan media.

“Ini ide yang sangat bagus. Dengan adanya ruang diskusi seperti itu, para jurnalis bisa mendapatkan pemahaman langsung mengenai kebijakan dan dinamika sektor jasa keuangan,” ujarnya.

Sinergi untuk Literasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Melalui kegiatan kemitraan ini, OJK berharap hubungan dengan media tidak hanya sebatas kerja sama komunikasi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mencerdaskan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan kemitraan antara OJK dan media bukan sekadar kerja sama komunikasi, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas secara finansial,” pungkas Nasirwan.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan rencana kegiatan outdoor di hari kedua, yang bertujuan mempererat hubungan dan semangat kolaborasi antara OJK dan insan media di Jawa Timur.

(nald)