
MetroTimes (Surabaya) — Organisasi sosial Bani Insan Peduli (BIP) memperingati aniversari pertamanya dengan mengusung pesan utama penguatan mental para relawan. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan satu tahun, tetapi juga menegaskan komitmen BIP dalam memperluas manfaat sosial tanpa kepentingan politik apa pun.

Pendiri BIP, Ali Zainal Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejak awal bukan dirancang sebagai acara seremonial semata. “Ini sebenarnya bukan tentang ulang tahun. Ini tentang menguatkan mental semua relawan kami di Madura, Malang, Jawa Tengah, dan daerah lainnya. Kami ingin merayakan nilai sosial dan semangat kepedulian,” ujarnya.
Lahir dari Peristiwa Besar dan Wasiat Kebaikan
Ali menjelaskan bahwa BIP terbentuk setelah wafatnya almarhumah ibunda pada 23 Desember 2024 di Madura. Kepergian sang ibu sempat menjadi perhatian publik karena kegiatan tahlil yang dihadiri 30–40 ribu orang. Dari momen itulah keluarga menggagas gerakan kecil yang kemudian tumbuh menjadi BIP.
“Dasar kami sederhana: menjalankan wasiat ibu. Beliau selalu berpesan, berbagilah selama masih ada kesempatan. Bahkan anggaran tahlil kala itu kami alihkan untuk kegiatan sosial. Itu awal mula BIP,” tutur Ali.
Prinsip Berlandaskan Hadis
BIP berpegang pada pedoman hadis: “Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” Prinsip tersebut menjadi penggerak seluruh program organisasi ini.
Ali menegaskan bahwa gerakan ini steril dari kepentingan apa pun:
“Tidak ada tendensi politik. Hanya kepedulian dan amanah keluarga terhadap pesan almarhumah ibunda.”
Program Sosial yang Semakin Luas
Selama satu tahun, BIP telah menjalankan beragam program berbasis kemanusiaan, di antaranya:
- Pembagian sembako rutin
- Bedah rumah dan pembangunan rumah layak huni
- Dukungan bagi panti jompo
- Santunan anak yatim
- Kegiatan sosial lain yang menyasar masyarakat kurang mampu
BIP juga ingin menjadi inspirasi bagi pengusaha lokal untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial.
Relawan Meningkat Tajam, Antusiasme Tinggi
Dalam acara perayaan ini, hampir 200 relawan dan peserta hadir. Padahal, menurut Ali, awalnya kegiatan hanya direncanakan secara sederhana untuk pembekalan internal.
“Kami selalu membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menjadi relawan. Hanya tiga syaratnya: ikhlas, amanah, dan tawakkal. Kalau tiga ini ada, relawan akan kuat menghadapi apa pun,” jelasnya.
Ali juga menekankan pentingnya keyakinan bahwa setiap kebaikan pasti mendapat balasan.
“Tidak ada sedekah membuat miskin. Tidak ada kebaikan membuat kita rugi,” ungkapnya dalam sesi motivasi kepada para relawan.
Visi ke Depan: Dari Madura untuk Indonesia
Saat ini BIP masih berfokus di wilayah Madura dan keluarga besar pendiri. Namun Ali berharap gerakan ini dapat berkembang lebih luas.
“MC tadi malam bilang: BIP untuk Indonesia. Itu harapan kami. Meski dimulai dari keluarga, manfaatnya harus menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.
Dengan milestone satu tahun ini, Bani Insan Peduli meneguhkan diri sebagai gerakan sosial yang tumbuh dari ketulusan keluarga dan kini berkembang menjadi jaringan kepedulian yang siap membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat.
(nald)




