- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) — Band D’Professor kembali menggelar pertemuan dalam suasana Halal Bihalal bulan Syawal sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengonsolidasikan kembali para anggotanya yang sempat terpisah oleh kesibukan masing-masing.

Pembina Band D’Professor, Prof. Dr. med. Puruhito, dr., Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE (K)

 

Pembina Band D’Professor, Prof. Dr. med. Puruhito, dr., Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE (K), menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik penting untuk membangun kembali kekompakan komunitas musik yang beranggotakan para guru besar lintas perguruan tinggi.

“Tujuan utama malam ini adalah silaturahmi. Kami ingin merapatkan kembali anggota yang lama tidak bertemu, dan Alhamdulillah terlihat mulai guyub kembali,” ujarnya.

ads

Saat ini, tercatat sekitar 49 anggota aktif dari total lebih dari 100 anggota yang pernah terdaftar. Namun, tingkat kehadiran dalam latihan rutin masih fluktuatif, dengan rata-rata hanya 15 hingga 25 orang yang hadir setiap sesi.

Dalam pertemuan tersebut, sekitar 40 orang hadir, termasuk formasi inti band yang terdiri dari tujuh pemain utama serta sejumlah vokalis senior seperti Prof. Istiati, Prof. Theresia, dan Prof. Syamsu. Kehadiran para personel lama dinilai menjadi sinyal positif kebangkitan kembali eksistensi D’Professor.

Prof. Puruhito yang kini berusia 83 tahun menjelaskan bahwa perannya sebagai pembina lebih pada menjaga persatuan dan semangat kebersamaan antaranggota. “Di sini tidak ada sekat jabatan. Semua adalah pemain musik yang ingin menghibur dan menikmati kebersamaan,” tegasnya.

Band D’Professor menegaskan posisinya sebagai komunitas non-komersial. Mereka tidak menerima undangan komersial layaknya band profesional, namun terbuka untuk tampil dalam format pertunjukan atau acara internal seperti wisuda dan kegiatan sosial.

“Kami bukan pengamen dan bukan band profesional. Kami bermain untuk kebersamaan dan untuk menghibur, bukan untuk bisnis,” jelasnya.

Meski demikian, ambisi untuk berkembang tetap dijaga. D’Professor berencana mengikuti ajang musik nasional seperti Java Jazz di masa mendatang serta mengembangkan konsep orkestra kolaboratif bersama mahasiswa, khususnya dari Universitas Airlangga.

Konsep tersebut akan menggabungkan band, orkestra mahasiswa, serta paduan suara guru besar menjadi satu kesatuan pertunjukan musik yang utuh.

Dalam hal karya, D’Professor telah menghasilkan sejumlah rekaman lagu yang diciptakan oleh internal anggota, salah satunya Prof. Rubi yang telah menulis sekitar 37 lagu. Meski belum dirilis secara komersial, karya-karya tersebut direncanakan akan dikompilasi menjadi album kenangan.

Selain itu, band ini juga pernah mencatatkan prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai band guru besar dengan anggota terbanyak serta paduan suara guru besar terbesar.

 

Ke depan, D’Professor membuka peluang bagi guru besar lintas institusi untuk bergabung, termasuk dari ITS, Universitas Hang Tuah, Universitas Wijaya Kusuma, hingga UNESA. Mereka juga menargetkan penambahan instrumen seperti biola, suling, dan saksofon untuk memperkaya aransemen musik.

Latihan rutin digelar setiap dua minggu, dengan lokasi utama di ruang yang mampu menampung hingga 40 orang. Untuk kebutuhan rekaman, mereka menyewa studio profesional.

Pada Oktober mendatang, D’Professor juga merencanakan perayaan ulang tahun ke-5 dengan konsep yang lebih besar, meski tetap mempertahankan prinsip non-komersial tanpa keterikatan sponsor.

“Kami ingin tetap murni. Ini dari kita, oleh kita, dan untuk kebahagiaan bersama,” pungkas Prof. Puruhito.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!