
METROTIMES ( Ambon ) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Dengan mengelola dua segmen utama yakni pelayaran dan pelabuhan, perusahaan siap memberikan layanan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat Maluku. Hal itu disampaikan oleh General Manager Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy, dalam wawancara eksklusif di Kantor ASDP Ambon pada Jumat (13/03/2026).
ASDP Cabang Ambon mengelola empat pelabuhan utama dengan pasangan rute strategis:
– Pelabuhan Galala beroperasi bersama Pelabuhan Namlea
– Pelabuhan Hunimua terhubung dengan Pelabuhan Waipirit
Dari sisi armada kapal, total sebelas unit kapal dibagi menjadi dua wilayah operasional:
Wilayah Maluku Tenggara (3 Kapal):
– KMP Temi: Menyelenggarakan layanan ke Tual Larat, Tual Kaimana-Fak-Fak, dan Dobo
– KMP Lobster: Melayani rute Tual-Dobo, Dobo-Benjina, Dobo-Sewatu, Dobo-Lamerang, Dobo-Marlasi, serta Tual-Kur Kesui
– KMP Tanjung Madlahar: Mengangkut penumpang dan barang ke Tual Elat, Tual Tayando, Kur, Holat, dan Banda Eli
Wilayah Ambon, Seram, dan Buru (8 Kapal):
– KMP Panorana: Lintas Namlea – Masarete (Pulau Buru)
– KMP Layur: Menghubungkan Wailei – Umeputi
– KMP Samandar: Beroperasi di rute Wai – Umeputi – Nalahia – Kota Masohi
– KMP Wayangan: Melayani Galala – Namlea (kapal milik Tetihu yang tetap menerapkan standar ASDP)
Untuk rute penting Hunimua – Waipirit yang menghubungkan Pulau Ambon dengan Pulau Seram (meliputi tiga kabupaten padat penduduk), ASDP menyediakan enam kapal sebagai antisipasi:
– Empat kapal milik ASDP: KMP Tubruk, KMP Inalika, KMP Rokatenda, dan KMP Erana
– Dua kapal milik Pancakarya: KMP Sardinela dan KMP Tanjung Kuako
“Kami bekerja sama dengan BPTD dalam penetapan jadwal operasi. Pola kerja yang kami terapkan adalah lima kapal beroperasi rutin dengan satu kapal cadangan. Waktu siklus operasional normalnya satu jam, namun bisa diperpendek menjadi 45 menit jika ada kepadatan penumpang. Pada tanggal 17 dan 18 Maret, kami akan menjalankan operasi 24 jam menggunakan KMP Tubruk,” jelas Syamsudin.
Saat ini jumlah penumpang masih dalam kondisi normal dengan operasional berjalan sesuai jadwal. Namun, ASDP memprediksi peningkatan jumlah penumpang mulai dari H-2 hingga H-3 Lebaran, dengan kenaikan total sekitar 4-5 persen.
“Kami memastikan baik armada kapal maupun fasilitas pelabuhan sudah siap secara maksimal. Semua elemen telah disiapkan untuk menjamin kelancaran perjalanan mudik masyarakat,” ujarnya.
Syamsudin juga memberikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh calon penumpang:
1. Pemesanan Tiket Online Disarankan
Bagi pengguna rute Hunimua – Waipirit, sangat disarankan untuk memesan tiket melalui platform resmi Tripverizi atau ASDP.com. “Dengan pemesanan online, harga tiket sesuai tarif yang telah ditetapkan, berbeda dengan melalui agen yang dikenakan biaya tambahan,” jelasnya.
2. Pemantauan Cuaca Sebagai Prioritas
Kondisi cuaca yang terkadang tidak bersahabat menjadi perhatian utama. ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG, UPTULEU, serta pihak pelabuhan di Tulehu dan Atupiru untuk memastikan keselamatan. “Apabila cuaca buruk, keberangkatan akan ditunda secara bersama-sama. Semoga cuaca kondusif agar perjalanan lancar,” harapnya.
3. Penjelasan Program Tiket Gratis
Program tiket gratis bukanlah program mudik gratis langsung, dan biasanya dikelola oleh pihak lain seperti Angkasa Pura. Penerima bantuan akan ditunjuk melalui instansi terkait yang kemudian mendaftar melalui platform resmi untuk menghindari duplikasi atau penjualan ulang. Tarif untuk rute Hunimua – Waipirit misalnya sebesar Rp27.500,- dengan pembayaran masuk ke rekening penampungan yang telah ditentukan.
4. Prinsip 3S Jadi Landasan Pelayanan
ASDP mengutamakan tiga prinsip utama:
– Safety (Keselamatan): Seluruh awak kapal dilatih secara berkala dan melakukan latihan tanggap darurat setiap bulan, termasuk penanganan kejadian orang jatuh ke laut.
– Service (Pelayanan): Seluruh tim siap menjadi pelayan yang profesional untuk memastikan perjalanan nyaman.
– Security (Keamanan): Menjamin keamanan selama berada di atas kapal.
Selain itu, pengguna jasa yang merokok diimbau untuk hanya menggunakan area yang telah disediakan dan memastikan rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
Setiap pelabuhan yang dikelola memiliki posko operasi, dengan fokus utama pada Pelabuhan Hunimua dan Waipirit yang menjadi titik pantauan nasional. Posko di kedua pelabuhan tersebut akan beroperasi sebagai posko gabungan bersama instansi terkait.
Untuk informasi rute yang menghubungkan dengan Papua seperti Sorong, hal tersebut menjadi tanggung jawab Cabang ASDP Sorong. Jumlah hari pelaksanaan program tiket gratis dan jadwal operasional khusus akan diumumkan lebih lanjut sesuai ketentuan pihak pengelola program. ( Yasya Patty )




