- iklan atas berita -

 

 

MetroTimes (Magelang) Babinsa Desa Bligo anggota Koramil 18 Ngluwar Kodim 0705/Magelang Serda Mujiono melaksanakan pendampingan kepada salah satu petani di wilayah binaannya dalam kegiatan penyiangan tanaman padi yang berumur kurang lebih 4 minggu, Selasa (08/05).

Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Koramil Ngluwar melalui para Babinsanya terus berupaya memberikan motivasi kepada para petani dengan cara memberikan pendampingan dengan ikut turun langsung ke sawah membantu petani di wilayah binaannya masing-masing, seperti halnya yang dilakukan oleh Serda Mujiono kali ini.

Gulma pada tanaman padi merupakan tanaman pengganggu yang apabila tidak ditangani secara serius bisa menjadi kendala serius bagi para petani karena dapat menurunkan produksi padi. Dominasi gulma pada tanaman padi pada masa pertumbuhan hingga masa panen sangat besar sekali pengaruhnya sehingga harus dikendalikan dengan cara dibersihkan atau diwatun baik menggunakan alat atau dengan obat pengendali gulma.

ads

“Gulma disamping mempengaruhi pertumbuhan tanaman juga ada beberapa gulma yang dapat dijadikan inang oleh hama dan penyakit pada tanaman padi, sehingga kalau kita membiarkan gulma tumbuh tanpa dikendalikan sejak dini jelas akan menimbulkan kerugian” kata Mujiono.

Ditempat terpisah Danramil Ngluwar Kapten Arm Saridi mengatakan, dengan adanya pendampingan petani yang dilakukan oleh anggotanya diharapkan dapat memotifasi para petani dan menumbuhkan semangat baru dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga produksi tani khususnya padi, jagung dan kedelai (Pajale) terus mengalami peningkatan .

Saridi menambahkan, idialnya para Babinsa selalu bersinergi dengan PPL setempat dalam kegiatan pendampingan akan tetapi hal ini susah dilakukan setiap hari mengingat para PPL dan Babinsa disamping tugas pendampingan mereka juga mempunyai tugas-tugas lain yang juga harus tetap dilaksanakan.

”Bila memungkinkan Babinsa dan PPL bisa turun ke sawah bersama-sama membantu petani, sehingga hasilnya akan lebih maksimal” papar Danramil Ngluwar. (Arif)