
Metro Times (Magelang) Memasuki usia 57 tahun menuju 58 tahun, Bank Bapas 69 membawa semangat “Maju Menuju Mapan”, dengan memperkuat peran sebagai bank milik daerah yang tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi tetap berputar di tengah masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tagline HUT ke-57 Bank Bapas 69, yakni “Tumbuh Sehat, Manfaat serta Berkelanjutan”. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya risiko kredit, bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang ini berupaya menjaga kinerja sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Bapas 69, Rohmad Widodo, mengatakan pertumbuhan merupakan bagian penting dalam bisnis perbankan. Namun, pertumbuhan harus tetap ditopang fundamental yang sehat, tata kelola yang baik, manajemen risiko, serta prinsip kehati-hatian.
“Di dunia perbankan, pertumbuhan memang tidak seperti biasanya. Saat ini mengalami perlambatan, bahkan NPL juga mengalami kenaikan. Rata-rata nasional sudah sekitar 13 persen dan Jawa Tengah bahkan menembus 19 persen. Alhamdulillah, Bank Bapas 69 masih di kisaran 5 persen sesuai ketentuan,” ujar Rohmad saat konferensi pers bersama awak media di Tidar Resto, Kota Magelang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Bank Bapas 69 untuk terus beradaptasi dan menjaga kepercayaan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah mempertahankan peran bank sebagai mitra UMKM, sejalan dengan program pemerintah daerah.
Bank Bapas 69 terus mendorong pembiayaan bagi UMKM, khususnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain permodalan, bank juga memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi masyarakat dan pelajar mengenai pengelolaan keuangan, bahaya pinjaman online ilegal, investasi ilegal, hingga judi online.
Transformasi digital menjadi bagian lain dari strategi tersebut. Melalui STUPA (Sarana Transaksi Untuk Pembayaran Alternatif) berbasis QRIS, Bank Bapas 69 berupaya mempermudah transaksi sekaligus membantu UMKM beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital.
Rohmad mengatakan STUPA juga akan diperkuat untuk menyukseskan program Bupati Magelang “Blonjo Warung Tonggo”. Program tersebut diarahkan agar belanja masyarakat, khususnya ASN, dapat ikut menggerakkan warung dan UMKM di lingkungan sekitar.
“Insya Allah tanggal 27 September akan kita launching secara besar-besaran. Targetnya 1.082 instalasi QRIS. Basisnya ASN mendaftarkan warung-warung tetangganya agar belanja ASN dapat kembali berputar di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Bank Bapas 69, Intan Dwi Purnomo, mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-57 tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga menyentuh masyarakat melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan.
Salah satu agenda utama digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Baru Pancuranmas, Kecamatan Secang, berupa jalan sehat dan Undian Tabungan dan Kredit Berhadiah 2026.
“Secang dipilih karena selama ini belum pernah menjadi lokasi pelaksanaan. Ke depan, kecamatan yang belum tersentuh, seperti Ngablak, Pakis, dan Kaliangkrik, insya Allah juga akan kami laksanakan,” kata Intan.
Berbagai kegiatan telah digelar sejak Agustus, antara lain pemberian bantuan 5.600 kilogram beras kepada 32 panti asuhan dan lembaga sosial, khitanan massal, donor darah, UMKM Award, lomba menggambar dan mewarnai, hingga layar tancap yang dikemas sebagai sarana edukasi dan literasi masyarakat.
Dari sisi kinerja, hingga 30 Juni 2026 Bank Bapas 69 memperoleh predikat “Wajar Tanpa Pengecualian” dan dalam penilaian tingkat kesehatan bank dikategorikan “Sangat Sehat”.
Dari laba tahun 2025, Bank Bapas 69 memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Magelang berupa setoran PAD tahun anggaran 2026 sebesar Rp17,285 miliar.
Modal disetor Bank Bapas 69 telah mencapai Rp56,875 miliar dari modal dasar Rp200 miliar. Pada Agustus 2026, Pemkab Magelang kembali melakukan penyertaan modal sebesar Rp875 juta yang saat ini masih dalam proses pelaporan kepada instansi terkait.
Memasuki usia ke-57, Bank Bapas 69 menempatkan pertumbuhan sehat dan kebermanfaatan sebagai dua hal yang berjalan beriringan. Dengan semangat “Maju Menuju Mapan”, bank milik daerah tersebut berupaya memperkuat bisnis sekaligus memastikan kehadirannya semakin terasa bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Magelang. (rif)









