- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purworejo menyalurkan daging kambing secara gratis untuk membantu menanggulangan kasus stunting di daerah ini.

Bantuan daging Dam haji dari Baznas RI disalurkan kepada 230 penerima manfaat yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Purworejo.

Ketua Baznas Kabupaten Purworejo, K.H. Achmad Hamid mengatakan penyaluran daging ini sudah berlangsung sejak Senin hingga Kamis (16/10). Sasaran utama salam program ini yakni anak-anak, ibu hamil serta guru non ASN yang bergaji kecil.

Pembagian daging kambing ini merupakan program baru dari Baznas RI. Pihaknya berharap hal ini bisa membantu pemerintah dalam menekan kasus stunting.

“Dari Baznas Purworejo ada 230 orang penerima daging DAM. Sasarannya adalah masyarakat dengan kondisi stunting, ibu hamil, serta anak-anak yang kekurangan gizi. Data penerima kami peroleh bekerja sama dengan Dinas Sosial dan para PLKB di masing-masing kecamatan,”katanya.

ads

Hamid mengutarakan, program ini merupakan hasil pengelolaan daging DAM haji Indonesia tahun 2025. Daging tersebut berasal dari jamaah haji yang dikenai DAM atau denda ibadah haji berupa penyembelihan kambing. Daging yang telah diolah di Indonesia itu dikemas dalam bentuk siap masak seperti rendang, gulai, atau kare dan lainya.

“Kita tidak menyembelih sendiri, melainkan menerima daging yang sudah diolah dan dikemas dalam bungkusan plastik. Jadi tinggal dimasak oleh penerima,” imbuhnya.

Selain daging DAM, Baznas Purworejo juga menyalurkan paket sembako senilai Rp150.000 berisi beras, minyak goreng, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Penerima wajib menunjukkan KTP saat menerima bantuan untuk memastikan ketepatan sasaran.

Program ini turut menyentuh berbagai kalangan, termasuk guru non-ASN seperti guru TK dan PAUD yang memiliki penghasilan rendah, serta masyarakat di Kampung Zakat binaan Kemenag Purworejo di Desa Sidomulyo.

Terdapat 20 relawan, 20 guru, dan 14 warga masyarakat umum serta anak- anak dan ibu hamil yang menerima bantuan itu.

“Harapan kami, program ini bisa membantu meningkatkan kesehatan anak-anak dan ibu hamil, serta mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya.(tyb)