
Metro Times (Purworejo) Belasan event bakal memeriahkan Peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Purworejo sepanjang bulan Februari hingga pertengahan Maret 2024. Mengangkat tema besar “Dadya Ngabekti Tanpa Sikara”, peringatan tahun ini diharapkan mampu menguatkan persatuan seluruh elemen masyarakat untuk berbakti dalam membangun negara dan daerah, tanpa perlu berkhianat, mengacau, atau membuat perpecahan yang menyebabkan gangguan ketentraman dan keterbiban umum.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) selaku Ketua Umum Peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, dalam konferensi pers di Press Center Purworejo, Kamis (15/2). Pemaparan disampaikan bersama Kepala Dinas Kominfostasandi, Yudhie Agung Prihatno, dan Kabag Kesra Setda, Andang Nugera Hantara, dihadiri sejumlah wartawan dari berbagai media.
“Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo tahun ini kita gelar setelah Pemilu,” katanya.
Dalam paparannya dijelaskan, rangkaian peringatan hari jadi akan berlangsung sejak 15 Februari hingga 10 Maret dengan pemasangan umbul-umbul, spanduk, baliho, dan lampu hias.
Seluruh instansi sampai dengan masyarakat untuk dapat memasang umbul-umbul, spanduk, baliho dan lampu hias di lingkungan masing-masing. Sedangkan Camat. Kepala Desa dan Lurah untuk dapat mensosialisasikan hal tersebut kepada seluruh masyarakat di wilayah masing-masing.
Selanjutnya, sekitar 16 event telah disiapkan.
“Kegiatan selanjutnya adalah Kenduri Agung pada tanggal 22 Februari pukul 15.30 WIB. Dalam kegiatan ini, Perangkat Daerah di wilayah perkotaan Purworejo melaksanakan kegiatan di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo dengan membawa 1 set tumpeng robyong. Kemudian Camat melaksanakan kegiatan tumpengan di wilayah masing-masing, juga Kepala Desa/Lurah melaksanakan kegiatan tumpengan di Desa/Kelurahan masing- masing,” sebutnya.
Kegiatan itu akan dilaksanakan mulai tanggal 15 Februari 2024 hingga 10 Maret 2024. Puncaknya, Pemkab Purworejo akan mengundang artis nasional untuk menghibur masyarakat Purworejo dalam acara Pentas Musik Purworejo Spektakuler 2024 dan Purworejo Bersholawat dengan menghadirkan Habib Umar Bin Habib Syeh Asegaf di alun- alun besar kota Purworejo.
Rangkaian kegiatan berikutnya yakni Ziarah ke makam Pendiri Purworejo pada tanggal 23 Februari 2024 pukul 07.30 WIB, lalu Gendhing Setu Legi pada tanggal 23 Februari 2024, pukul 19.30 WIB, Wayangan pada tanggal 24 Februari 2024, pukul 19.00 WIB di Rumah Dinas Wakil Bupati di Kutoarjo, Bakti Sosial 25 Februari 2024, dan Peresmian Proyek Pembangunan Tahun 2023 tanggal 26 Februari 2024 di Sport Center Komplek Gor Sarwo Edhie Wibowo.
Selanjutnya Sidang Paripurna DPRD pada 27 Februari pukul 09.00 WIB di Gedung DPRD, Pengetan Jumenangan tanggal 26 Februari malam di Pendopo Kabupaten Purworejo, dan Pasar Tani di Dinas Ketahanan Pangan Purworejo. Ada pula kegiatan malam puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 28 Februari pukul 19.00 WIB di Gedung Ganecha Convention, Purworejo Expo 2024 pada tanggal 1-5 Maret 2024, di kawasan Alun-Alun Purworejo.
Disusul Purworejo Bersholawat pada tanggal 1 Maret malam di Alun-Alun Purworejo, Senam Bersama, pada tanggal 3 Maret 2024 pagi di bagian utara Alun-Alun Purworejo, Festival WR Soepratman 6 Maret malam di Gedung Kesenian Purworejo.
“Kemudian ada Purworejo Spektakuler atau Konser musik yang dimeriahkan oleh artis nasional pada tanggal 8 Maret 2024 pukul 19.00 WIB, di kawasan Alun-Alun Purworejo dan Romantic Ramadhan pada tanggal 14 Maret – 5 April 2024, pukul 16.00 WIB di amphiteather Alun-Alun Purworejo,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Hari Jadi ke-193 mengangkat tema besar Dadya Ngabekti Tanpa Sikara. Tema itu merupakan penjabaran sengkalan Jawa untuk tahun 2024 yang mengandung arti Dadya (4): menjadi; Ngabekti (2): berbakti; Tanpa (0): tanpa; Sikara (2): khianat, mengacau.
Secara filosofis, peringatan hari jadi tahun 2024 mengandung harapan agar masyarakat Purworejo dapat menjadi orang yang berbakti dalam membangun negara dan daerah, tanpa perlu berkhianat, mengacau, membuat perpecahan yang menyebabkan gangguan ketentraman dan keterbiban umum yang menjadikan situasi tidak kondusif.
Tema tersebut disesuaikan dengan kondisi tahun 2024 sebagai tahun politik dengan adanya penyelenggaraan Pilpres dan Pileg dan rencana Pilkada serentak pada November 2024 mendatang.
“Harapannya semoga ditahun ini benar- benar memberikan efek yang baik untuk Kabupaten Purworejo, mengingat kita semua memasuki tahun politik, semoga kondisi Purworejo tahun ini dan kedepan semakin maju dan semakin berdaya saing, juga masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya. (dnl)





