Khansa Pandan Semilir, alumnus Program Studi S2 Akuntansi FEB Universitas Airlangga
- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Bagi sebagian orang, pajak mungkin identik dengan angka, aturan, dan administrasi yang rumit. Namun, bagi Khansa Pandan Semilir, alumnus Program Studi S2 Akuntansi FEB Universitas Airlangga, dunia perpajakan justru menghadirkan tantangan intelektual sekaligus peluang untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Keinginan menjadi konsultan pajak telah tumbuh sejak lama. Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membentuk cita-citanya.

“Saya memang dari dulu ada keinginan untuk menjadi konsultan pajak. Mungkin awalnya terinfluence dari orang tua yang dulu bekerja di Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, selama kuliah saya juga sangat tertarik dengan mata kuliah perpajakan. Jadi setelah lulus, saya memang fokus mencari pekerjaan di bidang konsultan pajak,” ujarnya.

Lulus dari Universitas Airlangga pada tahun 2020, Khansa langsung mengawali karier di bidang perpajakan. Setelah sempat menangani transfer pricing, ia bergabung dengan MUC Consulting Surabaya dan mengembangkan kompetensinya sebagai konsultan pajak yang berfokus pada penyelesaian sengketa pajak. Selama hampir lima tahun, ia menangani berbagai proses pemeriksaan, keberatan, banding, hingga sengketa di Pengadilan Pajak. Pengalaman tersebut membentuk keahlian dan profesionalismenya dalam mendampingi berbagai klien dari beragam sektor industri.

ads

Menurutnya, bidang sengketa pajak merupakan salah satu area yang paling dinamis dalam profesi konsultan pajak.

“Sebagian besar pengalaman kerja saya memang di bidang penanganan sengketa pajak. Bidang ini menurut saya sangat dinamis dan menantang. Dari situ saya mendapatkan banyak pengalaman, ilmu, sekaligus kesempatan berkembang.”

Perjalanan tersebut tidak dilewatinya seorang diri. Ia mengaku banyak memperoleh bimbingan dari atasannya yang sekaligus menjadi mentor profesionalnya.

“Beliau sangat mendukung saya untuk terus belajar, melanjutkan pendidikan, dan mengikuti berbagai sertifikasi. Dukungan itu sangat berarti bagi perkembangan karier saya.”

Selama bekerja, Khansa juga memperoleh kesempatan menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan webinar perpajakan. Tidak hanya itu, ia dipercaya menjadi asisten pengajar pada mata kuliah perpajakan di Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya. Pengalaman tersebut memperluas perannya, tidak hanya sebagai praktisi tetapi juga sebagai pendidik yang turut membagikan pengalaman kepada mahasiswa.

Baginya, ilmu perpajakan tidak seharusnya berhenti di ruang kantor atau ruang sidang.

“Saya percaya bahwa pengetahuan perpajakan perlu dibagikan. Semakin banyak masyarakat memahami hak dan kewajiban perpajakannya, maka tingkat kepatuhan juga akan semakin baik.”

Setelah merasa memiliki bekal pengalaman yang cukup, Khansa mengambil keputusan besar dalam perjalanan kariernya. Pada akhir November 2025, ia memutuskan mengundurkan diri dari tempatnya bekerja dan membangun firma konsultan pajak sendiri.

Keputusan tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa. Dukungan keluarga, khususnya sang ayah, menjadi penguat untuk melangkah lebih jauh.

“Setelah menurut saya waktunya cukup untuk menimba ilmu di luar, saya resign pada akhir November 2025 dan memutuskan mendirikan firma konsultan pajak sendiri yang juga didukung oleh papa saya, yaitu Karsa Advisory.”

Melalui Karsa Advisory, Khansa ingin menghadirkan layanan konsultasi perpajakan yang tidak hanya membantu penyelesaian persoalan klien, tetapi juga memberikan pendampingan yang profesional, edukatif, dan berorientasi pada solusi. Ia kini juga berperan sebagai partner yang mengembangkan portofolio klien serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai praktisi perpajakan.

Di luar aktivitas profesionalnya, Khansa tetap konsisten menjalankan peran sebagai edukator. Ia aktif menjadi narasumber webinar, pelatihan, dan guest lecture di berbagai institusi, termasuk kegiatan yang membahas implementasi Coretax, pemeriksaan pajak, hingga perkembangan regulasi perpajakan terbaru.

Baginya, membangun kesadaran pajak masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

“Melalui webinar maupun guest lecture, saya berharap semakin banyak mahasiswa, profesional, maupun pelaku usaha yang memahami perpajakan dengan benar. Pajak bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bagian dari kontribusi kita terhadap pembangunan negara.”

Meski telah memiliki firma sendiri, Khansa mengaku perjalanan belajarnya belum selesai. Saat ini ia terus mengembangkan kompetensi dengan menempuh pendidikan hukum agar dapat memperkuat perspektifnya dalam menangani berbagai persoalan perpajakan yang semakin kompleks.

Bagi mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang perpajakan, ia berpesan agar tidak takut menghadapi tantangan.

“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia perpajakan selalu berkembang mengikuti perubahan regulasi dan dinamika bisnis. Teruslah memperkaya pengalaman, bangun integritas, dan jangan ragu mencari mentor yang dapat membimbing perjalanan karier.”

Dari ruang kuliah di Magister Akuntansi FEB Universitas Airlangga hingga mendirikan Karsa Advisory, perjalanan Khansa menunjukkan bahwa kombinasi antara semangat belajar, pengalaman profesional, dan keinginan untuk berbagi ilmu dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun karier sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!