
METRO TOMES ( Ambon ) 3 September 2025 – Tim peneliti Universitas Pattimura (Unpatti) melaksanakan penelitian inovatif bertajuk “Inovasi Pencahayaan Berkelanjutan: Lampu LED Bertenaga Air Laut untuk Penangkapan Ikan Sarden dan Peningkatan Mata Pencaharian Nelayan” di wilayah pesisir Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan terbelakang).
Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Agustinus Tupamahu, dosen Fakultas Perikanan da Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, sebagai ketua tim. Tim peneliti juga melibatkan Ronald Darllly Hukubun (dosen Ilmu Kelautan) dan Kedswin Gerson Hehanussa (dosen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan) sebagai anggota. Selain itu, penelitian ini didukung oleh dua mahasiswa Universitas Pattimura dari dua program studi berbeda, yaitu Thomas Marinus Tamala dari Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, dan Gewinko Marselino Latuhihin dari Program Studi Ilmu Kelautan. Keterlibatan mahasiswa lintas prodi ini memperkuat aspek multidisiplin dalam pelaksanaan penelitian.
Kolaborasi juga dilakukan dengan tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih, yaitu Hardi Hamzah, Lolita Tuhumena, dan Nicea Roona Paranoan. Kehadiran tim FMIPA Universitas Cenderawasih memperkuat dimensi saintifik, khususnya dalam pengujian laboratorium dan validasi teknologi lampu LED bertenaga air laut yang dikembangkan.
Penelitian ini mengusung pendekatan multidisiplin yang menggabungkan rekayasa elektrokimia, teknologi pencahayaan LED, dan aspek biologi serta ekologi laut. Dalam pelaksanaannya, tim merancang dan menguji lampu LED yang menggunakan energi dari air laut, sebagai solusi pengganti lampu berbahan bakar fosil yang selama ini digunakan nelayan. Penelitian ini tak hanya berfokus pada aspek teknis dan efisiensi alat, tetapi juga mengkaji dampak lingkungan, sosial ekonomi, serta penerimaan teknologi di masyarakat pesisir.
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini di antaranya adalah pengurangan dampak lingkungan dari aktivitas penangkapan ikan, peningkatan hasil tangkapan ikan sarden, serta penurunan biaya operasional nelayan. Selain mendorong penguatan kapasitas masyarakat pesisir dalam teknologi energi terbarukan, penelitian ini juga menargetkan publikasi di jurnal ilmiah internasional, pengajuan hak cipta dan paten sederhana atas inovasi baterai air laut, serta rekomendasi kebijakan pengelolaan perikanan sarden berkelanjutan berbasis komunitas.
Dengan kolaborasi lintas universitas dan disiplin ilmu, penelitian ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi pengembangan teknologi maritim yang adaptif dan ramah lingkungan di Indonesia Timur. Kegiatan ini didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) skema penelitian dasar tahun 2025.




