- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Sejumlah warga yang dikenakan isolasi akibat pandemi covid-19 mengadu ke Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Yuli Hastuti SH. Dalam aduannya, warga merasa jenuh dan lelah di tempat penampungan isolasi. Yuli Hastuti yang melakukan kunjungan kerja di sejumlah Pondok Pesantren di wilayah Kaligesing, sekaligus menyempatkan waktu untuk melihat secara langsung kondisi warga yang mengalami isolasi yang menempati gedung SD Negeri 1 Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing pada kemarin.

Dalam menanggapi aduan warga, Yuli Hastuti sangat memaklumi mengingat isolasi membuat seseorang tidak bisa berbuat banyak terutama tidak bisa bebas keluar. Namun warga diminta bersabar karena prosedurnya bagi pemudik dari daerah zona merah harus melalui isolasi.

“Mungkin bisa membuat jadwal kegiatan agar tetap ada aktifitas ditempat isolasi terutama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Seperti olahraga yang ringan karena bulan puasa, juga bisa membuat ketrampilan sendiri. Yang penting bisa diisi dengan kesibukan sendiri supaya tidak terasa bosan di penampungan isloasi.” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten kecamatan hingga desa kelurahan berupaya terus melakukan koordinasi dengan memperhatikan dan memantau kepada semua warga yang diisolasi. Sehingga warga yang diisolasi terpantau perkembangannya. Isolasi dilakukan sebagai upaya agar warga yang datang dan warga yang didatangai sama-sama dipastikan sehat tidak terpapar virus corona.

“Saya minta warga yang di isolasi jika merasakan kurang sehat baik flu maupun batuk dll, agar segera lapor kepada petugas. Supaya bisa segera diberi tindakan pemeriksaan,” harap Yuli Hastuti.

ads

Sementara itu Kepala Desa Suparman menjelaskan warga yang di isolasi sejumlah 16 orang terdiri 9 putra dan 7 putri, dengan usia antara 20 hingga 53 tahun. Masing-masing merupakan pemudik dari daerah zona merah yakni Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Yogyakarta, dll. Isolasi diwajibkan selama 14 hari. Bahkan dimungkinkan masih ada tambahan pemudik yang akan diisolasi. Untuk tempat isolasi gedung SD masih mencukupi, dan sekolahnya masih libur sehingga dapat digunakan isolasi.

Untuk pemeriksaan kesehatan dilakukan dari Pemerintah desa setiap hari dengan melakukan cek suhu badan, dan dari bidan desa Donorejo setiap dua hari sekali melakukan cek kesehatan. Untuk menjaga kesehatan, bisa berolahraga karena ada lapangan bulutangkis, tenis meja, dll. Juga disediakan televisi untuk memperoleh informasi dan hiburan.

“Kami memberlakukan semua pemudik dari zona merah diisolasi. Kalau ada pemudik langsung pulang menuju rumah, maka kami segera menjemput untuk diisolasi. Supaya tidak menimbulkan kecemburuan di masyarakat,” jelas Suparman.

Sedangkan salah satu warga yang diisolasi Winarno (30) pemudik dari Depok mengeluhkan sangat jenuh ditempat isolasi. Tetapi karena aturan ya mau gak mau tetap dijalani.

“Apalagi disemangati Bu Wakil Bupati Yuli Hastuti, ya kami akan isolasi sampai selesai. sebenarnya sangat ingin pulang kerumah berkumpul keluarga, karena selama disini hanya bisa komunikasi dengan keluarga lewat telpon. Diisolasi sangat melelahkan, selama 14 hari hanya di tempat penampungan, seperti orang terkekang tidak bisa melihat luar. Karena situasi pandemi covid, saya jalani demi kebaikan semuanya dan kesehatan saya dan keluraga,” ujarnya. (Dnl)