- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Malang) – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran yang mudah, murah, aman, dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, dalam acara Capacity Building dan Media Gathering bersama para jurnalis di Malang, Jumat malam.

Himawan menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir, BI terus meluncurkan berbagai inovasi guna menciptakan sistem pembayaran digital yang inklusif dan efisien. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang menjadi pedoman utama transformasi pembayaran digital di Indonesia.

Lima Inovasi Utama BI dalam Sistem Pembayaran Digital

1. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
QRIS merupakan sistem pembayaran berbasis kode QR yang dapat digunakan oleh semua aplikasi keuangan. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS berhasil menjangkau jutaan pelaku usaha kecil dan menengah. Bahkan, 93% merchant QRIS berasal dari sektor UMKM. Keunggulan QRIS antara lain murah, praktis, dan tidak memerlukan mesin EDC mahal.

ads

2. BI-FAST
Ini adalah sistem transfer uang antarbank yang cepat dan biaya murah, maksimal hanya Rp2.500 per transaksi. BI-FAST memberikan kemudahan masyarakat untuk bertransaksi kapan saja, dengan kecepatan tinggi dan keamanan terjaga.

3. SNAP (Standar Nasional Open API Pembayaran)
SNAP adalah standar teknis untuk memudahkan aplikasi keuangan dan perbankan saling terhubung. Sebelum ada SNAP, integrasi antar aplikasi keuangan sulit karena perbedaan sistem. Sekarang, dengan SNAP, semua pihak pakai standar yang sama.

4. Elektronifikasi Transaksi Pemda
BI mendorong pemerintah daerah untuk menggunakan sistem pembayaran digital, baik dalam belanja maupun penerimaan daerah. Ini bertujuan agar transaksi menjadi lebih transparan, cepat, dan efisien.

5. Penyempurnaan Regulasi Sistem Pembayaran (VIVO)
BI memperbarui aturan sistem pembayaran agar lebih adaptif terhadap teknologi baru sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di bidang ini.

QRIS dan BI-FAST Jadi Andalan Inklusi Keuangan Digital

QRIS dan BI-FAST saat ini menjadi dua program unggulan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. QRIS sangat membantu pelaku usaha kecil karena tidak perlu alat khusus, cukup pakai HP dan kode QR. Bahkan, BI telah menerapkan biaya MDR 0% untuk usaha mikro dengan transaksi di bawah Rp500.000.

Sementara itu, BI-FAST memungkinkan transfer antarbank dengan biaya murah dan cepat. Bahkan sekarang, BI sedang mengembangkan BI-FAST Bebas yang memungkinkan transfer uang dalam jumlah kecil, bahkan Rp1, tetap bisa dilakukan dengan biaya ringan.

Bangun Kedaulatan Pembayaran dan Kerja Sama Lintas Negara

BI juga tengah mempersiapkan sistem pembayaran nasional agar tidak bergantung penuh pada sistem internasional seperti SWIFT atau jaringan kartu global. Indonesia bekerja sama dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan India untuk menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran lintas negara. Ini penting agar Indonesia bisa tetap berdaulat dalam urusan keuangan digital di tengah ketidakpastian global.

Cegah Monopoli, BI Dorong Standar Bersama

Himawan mengingatkan bahwa meski teknologi semakin canggih, pemerintah tetap harus menjaga agar tidak hanya perusahaan besar yang bisa menikmati keuntungan dari sistem digital. BI terus mendorong standarisasi sistem pembayaran agar usaha kecil dan fintech baru juga bisa bersaing secara adil. Tujuannya: agar masyarakat punya banyak pilihan dan tidak terjebak pada dominasi satu sistem saja.

Inovasi untuk Semua, Bukan Gantikan yang Lama

Transformasi sistem pembayaran menurut BI bukan untuk “mematikan” cara lama, tapi justru membuka lebih banyak pilihan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kita harus terus menyediakan alternatif alat pembayaran yang mudah, murah, dan inklusif, bukan untuk membunuh yang lama, tapi untuk membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat,” tutup Himawan dalam diskusi bersama media.

Dengan semangat inklusi dan efisiensi, BI berharap seluruh masyarakat Indonesia — dari kota besar hingga pelosok desa — bisa menikmati manfaat dari sistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan murah.

(nald)