
MetroTimes (Bandung) – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menegaskan komitmen penguatan sinergi dengan media untuk meningkatkan literasi ekonomi masyarakat serta membangun optimisme terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan capacity building yang digelar BI Jawa Timur dengan mengusung semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akurasi informasi, memperkuat edukasi ekonomi, serta mendorong kepercayaan publik di tengah dinamika global.
Selain itu, BI Jatim juga mengajak masyarakat membudayakan penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional yang praktis, cepat, dan aman. Sinergi bersama media dinilai penting untuk mengawal inovasi sistem pembayaran sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap perkembangan ekonomi digital.
Dalam sambutannya, Rifki menuturkan bahwa peran media sangat strategis dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu ekonomi. Informasi yang informatif, edukatif, dan mencerahkan diyakini mampu meningkatkan kecerdasan publik dalam membaca kondisi ekonomi.
Ia menekankan, sinergi antara lembaga negara dan media menjadi kunci dalam memperkuat literasi ekonomi serta menjaga optimisme masyarakat. Informasi yang akurat dan berimbang dinilai mampu membangun kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia, baik saat ini maupun ke depan.
Menurutnya, perekonomian nasional sangat dipengaruhi dinamika global, mulai dari situasi di Timur Tengah, Amerika, Eropa, hingga kawasan regional, termasuk kondisi domestik. Karena itu, penggunaan QRIS serta penguatan pemahaman terhadap Rupiah menjadi bagian penting dalam mendorong stabilitas ekonomi dan membentuk optimisme publik.
Rifki menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama pelaksanaan capacity building, yakni meningkatkan kolaborasi BI dengan media, memperkuat kualitas informasi kepada masyarakat, serta membangun opini publik yang positif terhadap ekonomi Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan ketentuan hukum di Indonesia, seluruh transaksi wajib menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Pemahaman terhadap hal ini menjadi bagian dari edukasi CBP Rupiah kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, Rifki menambahkan bahwa dalam teori ekonomi, ekspektasi publik memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi. Oleh karena itu, komunikasi yang tepat, berbasis data, dan edukatif menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta kepercayaan masyarakat.
BI Jatim berharap kemitraan dengan media di Jawa Timur semakin erat sehingga mampu bersama-sama mendorong peningkatan literasi ekonomi sekaligus menjaga optimisme publik di tengah berbagai tantangan global.
(nald)




