
MetroTimes (Surabaya) — Bank Indonesia Institute melalui program Bank Indonesia Institute Goes to Campus (BGTC) hadir di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Jumat (14/8/2026). Bertempat di Aula Fadjar Notonegoro FEB UNAIR, kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa baik S1, S2, S3 juga dari berbagai universitas lain di Surabaya ini menjadi ruang pertemuan antara komunitas akademik dan Bank Indonesia Institute untuk memperkuat ekosistem riset, meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah, serta mendiskusikan isu-isu strategis perekonomian Indonesia.

Kegiatan diawali Welcoming Remarks oleh Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., Dekan FEB UNAIR, dan Opening Speech oleh Dr. Cicilia A. Harun, Direktur Bank Indonesia Institute. BGTC merupakan wadah berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai isu strategis di bidang ekonomi, moneter, dan keuangan, sekaligus mendorong pengembangan pengetahuan dan publikasi akademik.
Rangkaian kegiatan menghadirkan tiga sesi utama, yakni Lecture Session, Diseminasi Riset Bank Indonesia, dan Diseminasi Paper Jurnal Bank Indonesia.
Pada Lecture Session, Prof. Paresh K. Narayan, Professor pada Monash Business School, Monash University sekaligus Founder & President Asia-Pacific Applied Economics Association (APAEA), membawakan topik “How to Write and Publish Scientific Article to International Journal”. Sesi yang dimoderatori Dr. Nurkholisoh Ibnu Aman dari Bank Indonesia Institute tersebut membahas strategi membangun penelitian yang kuat dan meningkatkan peluang publikasi pada jurnal internasional berkualitas.
Prof. Paresh menekankan pentingnya pertanyaan penelitian yang jelas, research gap yang kuat, kontribusi penelitian, serta kemampuan peneliti menjelaskan makna hasil penelitian. Menurutnya, publikasi ilmiah yang berkualitas tidak berhenti pada penyajian hasil statistik, tetapi perlu menunjukkan relevansi temuan terhadap teori, literatur, maupun persoalan ekonomi dan kebijakan.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Danny Hermawan dari Bank Indonesia Institute dalam Diseminasi Riset bertajuk “Strategi Mengatasi Risiko Middle Income Trap: Human Capital, Technology dan Productivity – Lesson Learned dari Korea, Tiongkok, Vietnam dan Thailand”. Kembali dimoderatori Dr. Nurkholisoh Ibnu Aman, sesi ini membahas tantangan Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan keluar dari risiko middle-income trap melalui penguatan human capital, teknologi, dan inovasi.
Riset tersebut membandingkan pengalaman Korea Selatan, Tiongkok, Vietnam, dan Thailand. Hasil yang dipaparkan menunjukkan pentingnya keterhubungan antara human capital, produktivitas, inovasi, dan peningkatan pendapatan. Selain itu, riset menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari fragmentasi pembentukan talenta dan keterbatasan basis riset hingga lemahnya keterhubungan antara perguruan tinggi, industri, pendanaan riset, dan komersialisasi intellectual property.
Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan Nafis Dwi Kartiko dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam Diseminasi Paper Jurnal Bank Indonesia dengan topik “Green Banking Disclosure and Financial Trade-Offs: Evidence from Indonesia’s Banking Sector”. Sesi tersebut dimoderatori Ida Wijayanti, S.EI., M.SEI. dari Universitas Airlangga dengan Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si. dari Universitas Airlangga sebagai discussant.
Paper tersebut mengkaji hubungan green banking disclosure dengan kinerja keuangan dan nilai perusahaan pada sektor perbankan Indonesia. Menggunakan data periode 2004–2021 dengan 578 sampel, penelitian menunjukkan bahwa praktik dan pengungkapan green banking dapat menghadirkan financial trade-off, terutama karena implementasi praktik keberlanjutan membutuhkan biaya yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka pendek.
Diskusi bersama Prof. Imron Mawardi turut memperkaya pembahasan melalui sejumlah catatan akademik terkait pengukuran Green Banking Disclosure Index, karakteristik sampel, pendekatan teoritis, serta interpretasi hasil penelitian.
Melalui rangkaian tersebut, BGTC di FEB UNAIR tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang interaksi akademik yang mempertemukan riset, publikasi ilmiah, dan perspektif kebijakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam mendorong penelitian yang berkualitas serta relevan dengan tantangan perekonomian Indonesia.
(nald)










