
Metro Times (PURWOREJO), 12 September 2026 Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) memperkuat strategi pengembangan pariwisata nasional dengan menggandeng Bagelen Institute dan Pemkab Purworejo. Kolaborasi ini difokuskan untuk mempercepat pengembangan potensi wisata sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat Purworejo.
Sinergi itu diwujudkan lewat rangkaian Gebyar Wisata Loano & Bazar UMKM. Puncaknya adalah Sarasehan Wisata bertema “Mendongkrak Pembangunan Pariwisata dan Sinergitas Pengembangan Ekonomi Daerah” di Ruang Arahiwang, Setda Purworejo, Sabtu (12/9/2026).
Sarasehan menghadirkan unsur Pentahelix: pemerintah, akademisi, pelaku industri, masyarakat, dan media. Tujuannya merumuskan kebijakan dan taktik optimalisasi daya tarik kawasan.
Kabupaten Purworejo dinilai punya keunggulan komparatif besar di sektor pariwisata. Kecamatan Loano menjadi episentrum utama dengan potensi wisata alam dan edukasi.
Keindahan Bukit Menoreh dan aliran Sungai Bogowonto jadi modal utama. Destinasi yang masuk radar pengembangan antara lain Glamping DeLoano, Pasar Menoreh, Trirejo River Tubing, hingga Desa Wisata Karangrejo.
Plt. Dirut BPOB Yusuf Hartanto menegaskan pariwisata modern butuh kolaborasi lintas sektor.
“Perlu diskusi lintas lembaga dan organisasi untuk menemukan racikan yang tepat dalam meningkatkan kualitas pariwisata,” ujarnya.
Yusuf menyebut Purworejo strategis karena berada di jalur penghubung DIY dan KSPN Borobudur. Peluang ini harus dimaksimalkan lewat penguatan infrastruktur, konektivitas, promosi digital, peningkatan SDM, hingga ekosistem ekonomi kreatif.
Ia juga menyoroti SDM. “Transformasi pariwisata tidak boleh hanya fokus pada fisik. Masyarakat lokal harus punya kapasitas dan akses untuk menikmati kue ekonomi dari pariwisata.”
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi mengapresiasi forum ini. Ia berharap sarasehan melahirkan naskah akademik dan kebijakan konkret untuk Pemkab.
“Pemberdayaan sumber daya manusia perlu dibangun, bukan hanya pembangunan fisik. SDM diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pariwisata,” ungkap Dion.
Rangkaian acara juga diisi peninjauan bazar UMKM lokal dan peresmian Sekaran Hills di Desa Sedayu, Kecamatan Loano. Destinasi baru ini dibuka 12 September 2026 dan diproyeksikan jadi magnet wisata baru.
Sekaran Hills merupakan hasil sinergi Bagelen Institute, BPOB, masyarakat, dan swasta. Konsepnya mengintegrasikan Pasar Menoreh, Glamping DeLoano, panorama sawah, wisata kolam ikan, hingga sentra kuliner tradisional.
BPOB menegaskan peta jalan pariwisata Purworejo tidak berhenti di seremoni. Program ini diarahkan membentuk ekosistem terpadu yang menghubungkan destinasi, kesejahteraan masyarakat, omzet UMKM, investasi, hingga pendidikan.
Dengan sinergi yang semakin kokoh, Purworejo diyakini bisa jadi motor ekonomi baru sekaligus penyangga ekosistem pariwisata Borobudur dan Yogyakarta.(dnl)









