- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Oleh-oleh yang diterima Nabi Muhammad SAW dari perjalanan Isra Mi’raj adalah wahyu perintah salat lima waktu dalam sehari. Salat lima waktu tersebut merupakan pondasi utama umat Islam. “Salat merupakan kunci atau menjadi penentu amal ibadah yang lain,” ucap Pengasuh Majlis Nabawi Nuruts Tsaqolain, Habib Ja’far Shodiq Al Musawwa dalam tausiah dalam pengajian peringatan Isra Mikraj di aula SMP IT PAPB Semarang, Jalan Panda Barat No 44, Palebon, Pedurungan, Semarang, Jumat (12/3).

Tampak hadir dalam pengajian tersebut, Pengurus Yayasan Amal Pengajian Ahad Pagi Bersama (YAPAPB) Wakil Katua I H Achmad Fuad, Wakil Ketua II H M Abdul Kodir, Sekretaris H M Sayuti, Wakil Sekretaris H Muhadi, dan Bendahara H Muntasir, serta bapak dan ibu guru, karyawan SMP IT PAPB dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara siswa dan para orang tua wali mengikuti secara daring.

Habib Ja’far menjelaskan, salat lima waktu memiliki banyak keutamaan, salah satunya melatih kedisiplinan diri. “Orang yang mendirikan salat merupakan orang-orang memiliki disiplin tinggi,” urainya.

Menurut Habib Ja’far, keutamaan salat yang mengajarkan kedisiplinan tersebut mencakup banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, misalnya disiplin dalam menjaga ucapan, disiplin dalam mengatur waktu, disiplin dalam menjaga pola makan, dan masih banyak lainnya.  “Kebanyakan orang-orang sukses mereka yang memiliki kedisiplinan yang tinggi,” tegasnya

ads

Adik ipar dari Habib Umar Al Muthohar Gunungpati Semarang itu membeberkan, Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Yerussalem, Palestina. Sementara Miraj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ke-7 hingga Sidratil Muntaha untuk menerima perintah salat dari Allah SWT. Kisah tersebut terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab.

Dalam peristiwa Isra Mikraj tersebut, kata Habib Ja’far, Nabi Muhammad diperlihatkan banyak hal yang merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasan-Nya. “Baginda Nabi Muhammad dipertemukan dengan Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan sejumlah nabi lainnya serta peristiwa-peristiwa lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMP IT PAPB Semarang, HM. Ramelan mengajak masyarakat, khususnya wali murid dan siswa dalam momentum peringatan Isra Mikraj ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. “Banyak suri tauladan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW kepada kita, seperti menghormati orang tua, bertetangga, giat belajar, tidak mudah berputus asa, dan hal lainnya. Mari kita implementasi dalam keseharian kita,” ajak Ramelan. (af).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!