- iklan atas berita -

IMG-20160808-WA0008
Surabaya (Metro Times) – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) melaksanakan Diskusi Kelompok Terpimpin Neraca Pendidikan Daerah di Hotel Pullman, Surabaya. Diskusi ini berhasil mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan serti : Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota, perguruan tinggi, komunitas, dewan pendidikan, media masa,dan organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mendiskusikan dan menemukan solusi atas permasalahan yang mereka temui di lapangan melalui sejumlah data yang ditampilkan oleh NPD.
IMG-20160808-WA0009
Neraca Pendidikan Daerah (NPD) merupakan terobosan baru Kemendikbud yang berisi informasi tentang anggaran, satuan pendidikan, kualitas guru, jumlah dan perbandingan siswa, Ujian Nasional, Indeks Integritas Ujian Nasional, Uji Kompetensi Guru, Akreditasi, dan berbagi data-data lainnya. Data-data yang tersebut bersumber dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM), yang dikolaborasikan dengan data-data internal Kemdikbud. NPD ini direncanakan akan diterbitkan setiap tahun dan akan disempurnakan sesuai dengan masukan yang diperoleh dari Diskusi Kelompok Terpumpun di daerah ini.

NPD merupakan wujud transparansi, evaluasi berbasis data, sebagai acuan Rencana Program Jangka Menengah Daerah, serta sebagai dasar informasi bagi pelibatan publik maupun Sinkronisasi antara pusat dan daerah. Prof. Ilza Mayuni, Kepala PASKA Kemendikbud, menyebutkan,”Diskusi ini kami adakan sebagai jembatan komunikasi antara Pusat dan Daerah untuk bersama-sama menemukan solusi dan berbagi praktik baik.” NPD juga diharapkan dapat mendorong perubahan pendidikan daerah ke arah yang lebih baik, sehingga kesenjangan pendidikan di Indonesia dapat diminimalisasi.

Melalui data yang ditampilkan oleh NPD, Jawa Timur menempati posisi ke 18 dari 34 Provinsi dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Rata-rata Lama Sekolah 7,05 tahun dan Harapan Lama Sekolah 12,45 tahun. Sedangkan untuk keaksaraan, Jawa Timur memiliki presentase penduduk tuna aksara sebesar 5,78℅.

Dalam kesempatan ini, Abdul Malik Gismar, dari Kelompok Kerja Indeks Demokrasi Indonesia menekankan pentingnya sinergi dan kerjasama antara pusat dan daerah dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk komitmen masing-masing Kepala Daerah dalam mengawasi jalannya program-program pendidikan daerah. Dengan adanya NPD diharapkan pemangku kepentingan juga dapat berpartisipasi dan saling berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerahnya melalui www.npd.data.kemdikbud.go.id maupun aplikasi Neraca Pendidikan yang dapat diunduh melalui ponsel pintar Android. (Ronald).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!