- iklan atas berita -

Surabaya ( Metro Times ) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis Berita Resmi Statistik No. 44/07/35/Th.XIV, 1 Juli 2016 mengenai Perkembangan Nilai Tukar Nelayan Jawa Timur Bulan Juni 2016.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Juni 2016 naik sebesar 1,77 persen dari 110,72 pada bulan Mei 2016 menjadi 112,68 pada bulan Juni 2016. Kenaikan NTN ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan mengalami kenaikan sebesar 1,96 persen sementara indeks harga yang dibayar nelayan hanya mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan layang, ikan kuniran, ikan tengiri, udang, ikan teri, ikan kakap,kepiting laut, ikan tongkol, ikan cakalang dan cumi-cumi. Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan swanggi, ikan kembung, ikan Lemuru, ikan laut, ikan kerapu, ikan mas, ikan gulamah, ikan beloso, ikan biji nangka dan ikan ekor kuning.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah gula pasir, ikan pindang tongkol, telur ayam ras, beras, rokok kretek, ikan cakalang, daging sapi, pisang, ikan mujair dan salak. Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah bawang merah, cabai rawit, bawang putih, cabai merah, tomat sayur, kacang panjang, biaya listrik PLN golongan 1, lada/merica, gado-gado dan nangka muda.

Perkembangan NTN bulan Juni 2016 terhadap bulan Desember 2016 (tahun kalender Juni 2016) mengalami kenaikan sebesar 7,40 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Juni 2016 terhadap bulan Juni 2015 (year-on-year Juni 2016 mengalami kenaikan sebesar 4,80 persen.

ads

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Juni 2016, tiga provinsi mengalami kenaikan NTN sementara tiga provinsi lainya mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN tertinggi di Provinsi Jawa Tengah yang mengalami kenaikan sebesar 2,02 persen diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 1,77 persen dan Provinsi Jawa Barat sebesar 1,21 persen. Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN tertinggi adalah Provinsi Banten yang mengalami penurunan sebesar 0,79 persen diikuti Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebesar 0,32 persen dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,06 persen. (ronald).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!