- iklan atas berita -

Metro Times, (Semarang), Bertempat di dusun gertas desa brongkol kecamatan jambu kabupaten semarang rabu pagi (9/8) mengadakan acara Tasyakuran dalam rangka panen raya kopi serta pengenalan obyek wisata puncak lereng kelir yang di lakukan oleh bupati semarang.

Mayoritas di dusun gertas dengan jumlah jiwa 719 dan 215 KK terbagi 5 RT di desa brongkol warganya petani kopi dengan lahan seluas 200 Hektar dengan hasil dari satu hektar kebun kopi ada 1600 pohon kali satu kilogram kopi rata -rata perpohonnya tiap panennya setahun sekali.

Acara di buka oleh bupati semarang dengan pemotongan tumpeng serta melakukan petik buah kopi di salah satu kebun milik warga sekitar.
Di lanjutkan dengan makan bersama warga dari nasi tumpeng yang di gelar di atas daun pisang.

“Untuk pak kades dan kadus untuk dijaga mutu dari kopi yang ada di sini karena sekarang masa persaingan bisnis yang sangat ketat,kita dari perwakilan pemerintah membantu dengan pemberian bibit kopi juga untuk pemasaran kita membantu dengan melakukan pameran-pameran baik tingkat nasional maupun Internasional,” tutur Mundjirin bupati semarang.

ads

“Juga kita menyediakan cluster untuk promosi yang penting mutu tetap di jaga sehingga bisa kita ekspost hasil dari gertas dan brongkol ini serta bisa menciptakan lapangan kerja juga di sini juga ada tempat wisata,kita ndak perlu jauh-jauh ke dieng kalau ingin melihat matahari terbenam dan terbit di sini juga ada dan kedepannya akan kita jadikan salah satu destinasi wisata andalan yang ada ada di kabupaten semarang ,” imbuh Mundjirin kepada wartawan di sela-sela acara.

Dalam acara ini selain di hadiri oleh bupati semarang beserta jajarannya juga di hadiri camat jambu Muhamad Eko sukarno beserta jajarannya juga kapolsek,Danramil jambu juga kades brongkol Heru sandhora beserta jajarannya dan masyarakat dusun gertas.

Selama acara berlangsung dengan lancar dan meriah yang di hibur dengan kesenian tradisional soreng dan nadrak yang sudah langka dan hampir punah di kabupaten semarang serta hiburan solo organ. (Andy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!