
Metro Times (Purworejo) Beberapa hari lalu aksi penganiayaan yang dialami seorang bayi berusia 19 bulan canter diberitakan beberapa media di Purworejo. Bukan ibu tiri, terduga pelaku penganiayaan itu rupanya adalah ibu angkat dari bayi tersebut.
“Bukan ibu tiri ya, kami sudah melakukan penelusuran dan akhirnya kami peroleh informasi bahwa si terduga pelaku itu ibu angkat bukan ibu tiri,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelindungan Perempuan dan Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Purworejo, Nurani Mulyaningsih, Kamis (2/11/2023).
Ia menyebut, bayi tak berdosa itu dirawat ibu dan bapak angkatnya sejak kurang lebih 3 bulan lalu. Kisahnya disebut cukup pelik sebelum akhirnya si baby berada dalam perawatan orang tua angkat hingga menjadi korban penganiayaan.
Apa pun itu, Nurani bersyukur saat ini masih ada orang yang peduli dan begitu sayang kepada si bayi, termasuk kakek dan nenek dari ayah angkatnya.
“Simbah kakung dan simbah putri dari ayah angkatnya yang saat ini menjaga di rumah sakit, bersama ibu biologis dari anak itu. Saat ini korban masih dirawat di RSUP Sarjito, Yogyakarta,” sebut Nurani.
Untuk kondisi korban, Nurani mengemukakan bahwa setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di RSUP Sarjito kondisi kesehatan korban menunjukan perkembangan yang cukup baik.
“Korban sudah mulai sadar, rencana mau pindah ruangan. Matanya sudah mau melek dan bisa diajak komunikasi sama simbah angkatnya,” ungkap Nurani.
Ia mengutarakan dalam peristiwa penganiayaan itu, si bayi mengalami sejumlah luka di wajah. Cidera paling parah yang membuat dia tak sadarkan diri adalah luka dalam pada bagian otak.
“Saat kami cek di rumah sakit, di wajah ada luka-luka lebam. Dari keterangan medis yang parah itu luka dalam dibagian kepala,” bebernya.
Unit PPA DP3APMD akan terus memantau perkembangaan kesehatan si bayi. Ia pun meminta dukungan doa seluruh warga Purworejo agar bayi itu segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Ia pun memastikan biaya pengobatan terhadap korban akan ditanggung pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
“Jamkesdanya sudah kami urus dan sudah selesai. Selanjutnya kami akan terus memantau perkembangan kesehatanya. Mudah-mudahan terus membaik dan luka-lukanya segera pulih,” pungkasnya.(dnl)




