- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Ada satu pertanyaan yang terus berputar di benak Fandi Akhmad Yani sejak ia terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (IKAFE UNAIR) periode 2022–2025. Mengapa begitu banyak alumni hebat yang tersebar, namun kekuatan kolektif belum pernah benar-benar terasa?

Bagi pria yang akrab disapa Gus Yani ini merupakan alumni Prodi Manajemen FEB UNAIR angkatan 2004 yang juga menjabat sebagai Bupati Gresik periode 2021–2024 itu kini mengusung satu visi besar untuk IKAF. Ia menggagas Airlangga Connection yakni sebuah ekosistem alumni yang tidak hanya terhubung secara nama, tetapi benar-benar bergerak bersama untuk memberi dampak nyata bagi adik-adik mahasiswa dan kampus tercinta.

“Banyak alumni hebat, tapi kekuatan mereka belum terlihat. Visi kita satu yaitu bagaimana pengabdian kita sebagai alumni bisa benar-benar dirasakan,” ujar Gus Yani.

Untuk itu, IKAFE merancang sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa. Yang pertama dan paling ambisius adalah 100 CEO Alumni Mengajar, sebuah gerakan yang mengundang seluruh alumni yang kini memimpin perusahaan untuk masuk kembali ke kelas, berbagi pengalaman nyata yang tidak bisa ditemukan di buku teks manapun.

ads

“Siapapun boleh, dari praktisi, akademisi, swasta semua boleh mengajar. Ini yang akan kita gaungkan: bahwa alumni IKAFE bisa memberikan ilmunya dan semoga bermanfaat,” tuturnya.

Program kedua tidak kalah strategis yaitu 1.000 Mahasiswa Magang. Para alumni akan membuka pintu perusahaan seluas-luasnya, memberikan akses magang selama tiga hingga enam bulan kepada mahasiswa FEB UNAIR agar mendapat pengalaman kerja yang berwarna sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional. “Kita punya tanggung jawab. Walaupun hanya tiga sampai lima mahasiswa per perusahaan, silakan biar mereka punya pengalaman yang bermakna,” tegasnya.

Selain dua program unggulan tersebut, IKAFE juga menyiapkan Gala Dinner sebagai momen peluncuran program Bhakti Alumni untuk Kampus, serta agenda jalan sehat dan kuliner Surabaya sebagai ruang mempererat silaturahmi antar generasi alumni.

Gus Yani meyakini bahwa kekuatan sejati sebuah almamater bukan hanya diukur dari akreditasi atau peringkat universitas melainkan dari seberapa jauh alumni-alumninya mau menoleh ke belakang dan mengulurkan tangan kepada yang datang setelah mereka. “Mudah-mudahan kita sebagai alumni bisa menjadi inspirasi, menjadi jembatan bagi adik-adik calon alumni,” pungkasnya.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!