- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo membongkar sindikat penipuan bermodus asmara atau love scamming jaringan Kamboja. Korban warga Wonosobo kehilangan uang lebih dari Rp400 juta.

Kasus bermula dari telepon nomor tak dikenal bersuara perempuan. Korban berinisial AS awalnya tak merespons, namun saat dihubungi ke nomor lain, ia mengangkat. Sejak itu korban dan pelaku berkomunikasi intens.

“Dari percakapan itu pelaku mengajak korban berinvestasi emas dengan keuntungan sangat menggiurkan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, saat jumpa pers di Mapolres, Selasa (5/5/2026).

Dengan rayuan dan iming-iming, korban tertarik dan mengirim dana investasi bertahap hingga Rp300 juta. Transfer dilakukan melalui ATM sebuah bank di Pangenrejo, Purworejo, pada Agustus 2025.

Curiga karena tak ada hasil, AS berhenti mengirim dana. Namun Februari 2026, pelaku lain menghubunginya dan menyebut saldo investasi korban telah bertambah. Korban kembali percaya dan menambah investasi hingga total kerugian lebih dari Rp400 juta.

ads

Polisi menangkap dua tersangka, masing-masing berinisial ASP dan HDP. Keduanya diduga terlibat jejaring sindikat love scamming di Kamboja.

ASP dibekuk di Jakarta berkat kerja sama dengan Bareskrim Polri. HDP ditangkap di Pontianak bekerja sama dengan Satreskrim Polres setempat.

“ASP dan HDP ini dulu teman sekolah di Pontianak, kemudian bekerja di Kamboja dan terlibat penipuan di sana. Februari lalu tersangka pulang dan diberitahu teman jejaringnya untuk kembali menghubungi korban di Purworejo. Dari komunikasi itu korban kembali percaya dan rugi lebih dari Rp400 juta,” imbuh Dwiyono.

Polisi masih mendalami kemungkinan tersangka lain dan menelusuri aliran dana hasil penipuan. “Kami mau tahu, dana investasi yang dikirim korban ini mengalir ke mana saja. Kami masih terus menelusuri,” ujarnya.

Berkaca dari kasus ini, Kasat Reskrim mengimbau warga Purworejo waspada. “Jangan tanggapi nomor baru tak dikenal, meskipun suaranya perempuan cantik. Bisa jadi itu hasil editan teknologi AI, termasuk panggilan video. Jangan tergoda iming-iming menggiurkan. Jangan mudah memberi password email ke orang lain. Kasus ini harus jadi pembelajaran,” pungkasnya.(toyib)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!