
Metro Times (Purworejo) Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan Minggu 26 Mei 2019 pagi menyerbu pasar tani yang digelar oleh Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo di halaman kantor setempat. Warga yang merupakan pengunjung car free day ini tampak silih berganti melihat lebih dekat untuk memborong beraneka produk olahan pangan hasil petani yang dipamerkan puluhan stand.
Kepala Bidang Pangan DPPKP, Ir Elly Nurul Setyawati MM, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menyosalisasikan berbagai macam pangan lokal Kabupaten Purworejo. Dalam kegiatan ini, Bidang Bidang Pangan DPPKP melibatkan para petani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari 16 kecamatan. Ada pula pelaku UMKM, asosiasi peternak ayam, Bulog, kelompok tani udang, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo.
“Event ini ditujukan sebagai sarana unjuk promosi hasil pangan dari KWT dan Kelompok Tani binaan dari para PPL di masing-masing BPP. Selain itu juga sebagai pendorong kepada yang belum bisa berpartisipasi untuk ikut bersaing di masa datang dan diharapkan bisa menambah pemasukan bagi anggota kelompok maupun pribadi,” katanya.
Ada aneka macam komoditas pangan yang dipromosikan dalam Pasar Tani. Antara lain olahan kue kering dan basah, beras, udang, daging kerbau, ayam, buah, bibit tanaman buah, dan bunga.
Elly Nurul Setyawati menyebut, Pasar Tani segaja digelar menjelang hari Raya Idul Fitri agar warga dapat memenuhi berbagai kebutuhannya dengan harga yang lebih terjangkau.
“Antusias masyarakat sangat bagus. Ini sengaja kita barengkan dengan CFD dan momentumnya kita ambil menjelang lebaran karena saat-saat seperti ini pasti masyarakat butuh bahan pangan,” sebutnya.
Dijelaskan, dengan letak geografis yang memiliki pegunungan dan laut, Kabupaten Purworejo memiliki potensi berbagai macam produk pangan lokal. Jenis produk dan kualitas yang dihasilkan pun kian berkembang.
“Kita siap bersaing karena sekarang sudah banyak inovasi hasil olahan pangan. Perguruan tinggi di Purworejo juga semakin giat mendorong mahasiswanya untuk menciptakan produk-produk iinovatif,” jelasnya.
Lebih lanjut Elly menyerukan kepada masyarakat untuk mencintai produk local dan mendukung program pemerintah terkait diversifikasi pangan. Menurutnya, selain mudah didapat, olahan pangan lokal merupakan makanan yang kaya kandungan gizi dan menjadi menu pengganti karbohidrat dengan segudang rasa.
“Harapannya, dalam pola makan masyarakat tidak hanya mengutamakan karbohidrat, tapi harus seimbang. Sementata ini masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, lebih banyak ke karbohidrat yang identik dengan beras. Padahal banyak makanan pengganti, seperti jagung, ketela, dan lain-lain, itu kan juga enak sekali,” tandasnya. (dnl)





