
MetroTimes(Sleman)-Fenomena perpindahan pelajar dari jenjang SMP ke SMA di Kota Yogyakarta menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman. Kondisi ini dinilai berdampak pada keberlangsungan pembinaan atlet pelajar, karena banyak bibit atlet potensial memilih melanjutkan pendidikan di luar wilayah Sleman.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati Sleman mengambil langkah strategis dengan membuka akses komunikasi langsung kepada para atlet pelajar. Bahkan, nomor telepon pribadinya dibagikan sebagai jalur aspirasi bagi siswa yang ingin tetap bersekolah di Sleman namun menghadapi berbagai kendala.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menahan perpindahan atlet muda sekaligus menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga di daerah.
“Masih ada anggapan kalau SMA harus ke Kota Jogja. Akibatnya banyak bibit atlet pindah. Karena itu, atlet yang tetap di Sleman kami fasilitasi secara berkelanjutan,” kata Heru, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan proses pembinaan atlet tetap berjalan optimal, terutama pada usia pelajar yang menjadi fondasi prestasi jangka panjang. Pemkab Sleman tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga memperkuat aspek mental dan motivasi atlet.
Pendekatan langsung kepada atlet diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, mulai dari akses pendidikan hingga dukungan dalam pembinaan olahraga.
Upaya ini sejalan dengan semangat “Sleman Bergerak Maju Lampaui Batasmu” yang terus digaungkan untuk mendorong para atlet meningkatkan prestasi dan melampaui capaian sebelumnya.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026, Sleman berhasil meraih juara umum dengan total 287 medali, terdiri dari 91 medali emas, 86 perak, dan 110 perunggu.
Dominasi Sleman juga terlihat dari raihan 11 gelar juara umum dari 33 cabang olahraga yang dipertandingkan. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan atlet pelajar yang dilakukan secara berjenjang dan terarah.
Ke depan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk menjaga konsistensi strategi tersebut serta memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi melalui alokasi anggaran perubahan.
“Terkait apresiasi, kami akan berikan saat APBD Perubahan. Raihan emas melampaui target, tapi anggaran saat ini belum mencukupi. Semua peraih medali tetap akan mendapat penghargaan,” ujar Heru.
Dengan kombinasi kebijakan inovatif, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan anggaran, Pemkab Sleman optimistis mampu mempertahankan loyalitas atlet pelajar sekaligus menjaga prestasi olahraga daerah tetap kompetitif di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.(JQ)




