
METRO TIMES ( Ambon ) Anggota DPRD Provinsi Maluku, Michelle Tassane mengaku sangat prihatin dengan apa yang dialami para pelajar di Kecamatan Batabbual, Kabupaten Buru, termasuk siswa SMA 11 Buru yang tinggal di Desa Waemorat, pasalnya, untuk bisa menimba ilmu mereka harus melewati derasnya Sungai Dusun Waelawa. Ungkap Tassane kepada wartawan di Baileo Rakyat-Karpan Ambon, Kamis (25/08/2022)
Dirinya mengaku, melihat sendiri saat anak-anak yang hendak pergi ke sekolah harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya aliran sungai dari Dusun Wailawa ke Desa Waimorat.
Sudah seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Buru serius mengatasi persoalan ini, karena sudah sekitar 20 tahun di-daerah tersebut tidak ada jembatan penghubung dua desa yang dibangun, sehingga mau tidak mau masyarakat di kecamatan Batabbual harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai tersebut,” ujarnya.
Dirinya meminta Dinas PUPR Maluku segera menyiapkan dokumen persyaratan atau readines kriteria yang diminta Kementerian PUPR guna menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat Kecamatan Batabbual.
‘Sebelumnya sudah ada pertemuan antara Komisi III DPRD Maluku dengan Dinas PUPR Maluku serta Kementerian PUPR RI dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Jakarta pada 28 Juli 2022 lalu,” ungkapnya.
Dalam Rakor itu, lanjutnya, pihak Kementerian sudah memberikan garansi siap membantu Pemda Maluku menangani persoalan kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat Maluku, termasuk di Batabual.
“Semoga infrastruktur jembatan terpenuhi, sehingga para siswa-siswi bisa pergi menimbah ilmu dengan aman,” pungkasnya. (**)




