
MetroTimes (Surabaya) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menutup rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2025 dengan penuh optimisme. Dalam sambutannya di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ibrahim mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan FESyar Jawa yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 September 2025.
Hadir dalam acara ini antara lain Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Dr. G. Eji Muhammad Sujak, Ketua Ebitren KH. Abid, Ketua HIPITREN KH. Lapid Wahab Hasbullah, perwakilan OJK Ibu Yunita, pimpinan perbankan, bupati/wali kota se-Jawa Timur, pimpinan pondok pesantren, dan ratusan pelaku UMKM syariah.

Ibrahim menyampaikan rasa syukur dan bangga atas antusiasme masyarakat. “Berdasarkan data yang kami himpun hingga pukul 16.13, total pengunjung mencapai lebih dari 49.000 orang. Selain itu, siaran langsung dan konten digital FESyar di kanal YouTube Bank Indonesia juga ditonton lebih dari 2.300 kali, dengan capaian 705 ribu viewer di platform media sosial dan lebih dari 25 ribu tanda suka,” ujarnya.
203 UMKM Syariah Tampil di FESyar Jawa 2025
Dalam penyelenggaraan FESyar tahun ini, sebanyak 203 UMKM syariah berpartisipasi, mulai dari sektor fashion, makanan dan minuman, tenun, produk pesantren, hingga UMKM binaan Pemprov Jatim. Ibrahim menegaskan bahwa keberadaan UMKM ini menjadi bukti nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah. “Kami ingin UMKM yang awalnya hanya penerima bantuan, kini dapat naik kelas, mandiri, dan menjadi teladan bagi yang lain,” tegasnya.
Selain pameran produk, FESyar Jawa 2025 juga menghadirkan 13 kompetisi, terdiri dari 7 kompetisi skala Jawa dan 6 kompetisi skala Jawa Timur. Para pemenang akan mendapatkan pendampingan untuk mengikuti ajang nasional Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 8–12 Oktober mendatang.
Business Matching Capai Hasil Positif
Salah satu agenda penting adalah business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan syariah. Ibrahim menyampaikan bahwa nilai transaksi perdagangan dan pembiayaan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Sinergi dengan OJK dan perbankan mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM. Kami berharap tren positif ini terus meningkat dan berkontribusi nyata bagi perekonomian Jawa Timur,” jelasnya.
Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Jadi Kunci
Menutup sambutannya, Ibrahim menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan penyelenggaraan FESyar. “Kunci kesuksesan FESyar adalah konsistensi, inovasi, dan sinergi. Dengan tiga pilar ini, kita dapat mengangkat derajat ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur dan Indonesia, bahkan mendongkrak posisi kita dalam Global Islamic Economy Indicator,” pungkasnya.
Ibrahim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, mitra kerja, kementerian/lembaga, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat yang telah berkontribusi. Ia berharap FESyar tahun depan dapat berlangsung lebih meriah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan ekonomi syariah.
(nald)




