- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek bisnis, termasuk profesi audit dan akuntansi. Otomatisasi, artificial intelligence (AI), big data, dan cloud computing tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi para auditor dalam menjaga integritas, etika, dan kualitas audit.

Menanggapi dinamika tersebut, Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bersama Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan CPA Days 2025 pada 27–28 Agustus 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR Surabaya. Acara bertema “Guardians of Audit Quality in Digital Era” ini digelar secara hybrid dan menjangkau ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Melalui tagline #BeTheGuardianofTrust, CPA Days 2025 membekali mahasiswa audit dan akuntansi dengan wawasan audit modern, pemanfaatan big data, hingga penguatan etika profesional. Acara ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional dari kalangan akademisi, regulator, serta praktisi akuntansi dan audit.

Antusiasme Tinggi dari Mahasiswa Seluruh Indonesia

ads
Anggota Dewan Pengurus Nasional IAPI periode 2022-2025, Dudi Muhammad Kurniawan, Ak., MBA., CA., CPA., FCPA (Aust.)

Anggota Dewan Pengurus Nasional IAPI periode 2021-2025, Dudi Muhammad Kurniawan, Ak., MBA., CA., CPA., FCPA (Aust.), menegaskan bahwa profesi akuntan publik memiliki tanggung jawab besar di era digital.

“CPA Days telah memasuki tahun keenam dan tahun ini Universitas Airlangga menjadi tuan rumah dengan tema yang sangat relevan. Profesi akuntan publik harus menjaga integritas dan kualitas praktik audit di tengah percepatan teknologi,” ujarnya.

Dudi menambahkan, tahun ini 68 tim dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kompetisi audit dan akuntansi, 41 peserta mengikuti kompetisi umum, dan 72 paper diterima dalam Call for Paper.

Ketua Panitia CPA Days 2025, Afriliana, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai kampus.

“IAPI membuka kesempatan bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk berkolaborasi di CPA Days mendatang. Terima kasih atas partisipasi para mahasiswa dan dosen yang telah mendukung kegiatan ini,” jelasnya.

Etika, Skeptisisme, dan Kompetensi Jadi Pilar Utama

Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak.

Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., menekankan bahwa kompetisi dan seminar dalam CPA Days merupakan wadah penting untuk membentuk calon akuntan berintegritas.

“Mahasiswa adalah calon akuntan masa depan. Mereka harus memiliki integritas, skeptisisme profesional, dan adaptasi teknologi. Profesi akuntan bukan sekadar teknis, tetapi profesi kepercayaan. Kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dijaga,” tegasnya.

Adek Rendra Muchtar S.E, MA., PhD.

Sementara itu, Adek Rendra Muchtar S.E, MA., PhD., mewakili Erawati Direktur P2PK, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menegaskan bahwa transformasi digital membawa peluang sekaligus risiko baru.

“Big Data, AI, hingga blockchain telah mengubah cara kerja auditor. Namun, teknologi tidak boleh menggeser nilai etika, independensi, dan integritas. Auditor harus tetap menjadi penjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak auditor yang adaptif, kompeten, dan beretika global.

Melahirkan Generasi Auditor Masa Depan

CPA Days 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga forum ilmiah yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, regulator, dan praktisi. Melalui seminar, call for paper, dan kompetisi audit, peserta mendapatkan pengalaman praktis sekaligus memperluas jejaring profesional.

Dengan semangat kolaborasi, CPA Days 2025 diharapkan melahirkan generasi auditor muda Indonesia yang unggul dalam kompetensi teknis, menguasai teknologi digital, serta berintegritas tinggi dalam menjaga kualitas audit.

(nald)