
METROTIMES ( Ambon ) 24 Februari 2026 – Di jantung rempah-rempah Nusantara, Provinsi Maluku, terhampar potensi kekayaan yang tak terhingga. Bukan hanya ikan yang melimpah ruah, kini aroma harum pala Maluku siap menggoda pasar global! Kami berkesempatan berbincang eksklusif dengan sosok di balik ambisi besar ini, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Maluku, Zainab Usemahu, S.T., M.Si., di ruang kerjanya yang dinamis di Kantor Disperindag Maluku.
Dengan semangat membara, Zainab Usemahu membeberkan strategi jitu dan tantangan mendebarkan yang dihadapi Maluku dalam mendiversifikasi ekspornya, khususnya menggenjot komoditas legendaris seperti pala dan hasil hutan lainnya.
Pala Maluku Menggebrak: Dari Dapur Lokal Menuju Pasar Internasional!
“Selama ini, kita tahu bahwa komoditas ekspor utama Maluku didominasi perikanan,” buka Zainab, sorot matanya penuh visi. “Namun, untuk menciptakan diversifikasi produk dan mengoptimalkan potensi, kami fokus menggenjot ekspor dari sektor perkebunan dan kehutanan. Pala, tentu saja, menjadi salah satu primadona!”
Tak main-main, Disperindag Maluku telah membentuk “Tim Percepatan Ekspor” yang solid, berkolaborasi dengan Bea Cukai, Karantina, dan berbagai stakeholder terkait. Tim ini bertugas layaknya mentor, memberikan pendampingan intensif, edukasi, dan penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha pala dan komoditas perkebunan lainnya. Tujuannya satu: agar produk Maluku bisa direct export dari bumi Maluku!
“PEB ( Pemberitahuan Ekspor Barang ) tercetak di Maluku, ini akan secara langsung mencatatkan nilai ekspor di provinsi kita,” tegas Zainab. Sebuah langkah strategis yang tak hanya menambah pundi-pundi daerah, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat produk asli Maluku di mata dunia.
Tak hanya itu, Disperindag juga memfasilitasi pencetakan Surat Keterangan Asal (SKA). Sebuah dokumen sakti yang berfungsi mereduksi biaya masuk di negara importir, menjadikan pala Maluku semakin kompetitif dan diminati. “Kami selalu berkolaborasi untuk mengatasi setiap kendala ekspor agar pala kita bisa terbang langsung dari Maluku!” serunya penuh optimisme.
Melawan Badai Logistik: Strategi Cerdas untuk Pala Maluku!
Namun, jalan menuju pasar global tak selalu mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi para “pejuang” ekspor pala adalah biaya logistik yang mencekik, terutama mahalnya kontainer. Kondisi ekonomi global yang fluktuatif juga turut menambah dinamika.
“Untuk komoditas perikanan mungkin tidak terlalu masalah, tapi untuk perkebunan seperti pala, mahalnya kontainer menjadi hambatan serius,” akui Zainab.
Di tengah situasi ini, Tim Percepatan Ekspor hadir dengan solusi cerdas yang patut diacungi jempol. Mereka memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk melakukan pengiriman menggunakan kontainer lokal hingga Surabaya, kemudian baru dilakukan restuffing ke kontainer internasional. “Cara ini terbukti efektif mengurangi biaya secara signifikan,” jelas Zainab.
Lebih jauh, Disperindag juga mendorong para eksportir pala untuk melakukan negosiasi kontrak dengan buyer asing. Tujuannya agar biaya pengiriman dari Ambon hingga pelabuhan internasional, seperti Tanjung Perak Surabaya (dengan skema Free On Board/FOB Ambon ke Tanjung Perak), sudah diperhitungkan dalam harga jual. Sebuah strategi yang memastikan eksportir tidak merugi dan harga pala tetap bersaing.
Kualitas Pascapanen dan Kolaborasi Pelabuhan: Kunci Masa Depan Pala Maluku!
Zainab juga menyoroti pentingnya penanganan pascapanen pala. “Edukasi dan sosialisasi dari Dinas Pertanian mengenai penanganan pascapanen sangat krusial, karena kualitas adalah segalanya untuk ekspor,” tandasnya.
Masa depan ekspor pala Maluku juga akan semakin cerah dengan kolaborasi yang lebih erat. Zainab mengungkapkan harapannya untuk berkoordinasi lebih intensif dengan Pelindo dan pihak pelabuhan. “Bersama Tim Percepatan Ekspor, kami berharap kolaborasi dengan teman-teman di pelabuhan akan semakin kuat ke depannya. Ini penting untuk memastikan arus ekspor pala berjalan lancar dan efisien,” tutupnya, memberikan isyarat bahwa era keemasan pala Maluku di pasar global semakin dekat! ( Tasya Patty )




